Pages

Tampilkan postingan dengan label Info Reptile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Reptile. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Juli 2014

Perawatan Kingsnake yang Benar

Reptil adalah hewan peliharaan membuat untuk menarik tetapi mereka tidak untuk pemilik hewan peliharaan khas Anda. ” Berbahaya atau tidak, ular terutama memerlukan hati-hati untuk memastikan kesehatan dan keselamatan ular dan orang lain di sekitarnya. ” Kingsnakes, yang datang dalam pola yang menarik, adalah pilihan yang populer hewan peliharaan ular.
Berikut adalah beberapa tips dengan benar merawat sebuah Kingsnake.
  • Rumah di kandang benar-benar aman atau tangki. ” Kingsnake adalah seperti Houdini, ia dapat melarikan diri kandang tanpa jaminan. ” Ini akan menguji kandang untuk bukaan kecil yang dapat merangkak keluar dari. ” Anda harus mendapatkan kandang dengan gerendel perusahaan ganda di atas.
  • Pilih sangkar tergantung pada ukuran Kingsnake tersebut. ” Sebuah Kingsnake tumbuh penuh harus ditempatkan dalam sebuah tangki yang 30 atau lebih galon dalam kapasitas. ” Sebuah tangki galon 10 bekerja dengan baik untuk tukik sementara satu galon 20 nyaman dapat menyimpan Kingsnake berukuran sedang.
  • Line bawah kandang. ” Kertas handuk, kertas roti atau koran dapat bekerja dengan baik dan mudah untuk menghapus ketika kotor. ” Jenis lain dari bahan dapat digunakan sebagai beddings ular Anda seperti karpet indoor-outdoor, mulsa dan beberapa jenis serutan kayu. ” Hanya perlu diingat bahwa kandang harus selalu bersih.
  • Hiasi tangki Kingsnake dengan menyembunyikan. ” Anda dapat menempatkan menyembunyikan batu komersial, batok kelapa setengah, potong kulit kayu ke putaran setengah, pot bunga yang telah terbalik dan kotak kardus untuk ular untuk menyembunyikan masuk ‘ Tambahkan batu dan cabang untuk lebih menghias kandang.
  • Pakan Kingsnake Anda dengan bayi tikus beku atau tikus kecil yang telah dicairkan. ” Ukuran makanan harus sama dengan bagian terlebar dari tubuh ular itu. ” Kingsnakes muda diberi makan dua kali seminggu. ” Kingsnakes dewasa diberi tikus dewasa sekali atau bahkan dua kali setiap minggu. ” Tikus hidup dan kecil tidak-tidak karena mereka mungkin melukai ular.
  • Pegang dengan lembut Kingsnake sehingga tumbuh terbiasa dengan Anda. ” Menangani beberapa kali dengan berpegangan pada bagian tengah tubuh tetapi pastikan untuk mendukung ‘kepala’. Memungkinkan untuk bergerak melalui jari-jari dan tangan Anda. ” Anda perlu membangun kepercayaan Kingsnake pada Anda. ” Dalam kasus itu memutuskan untuk membungkus sendiri sekitar lengan Anda, cukup membuka ular mulai dari ekor. ” Pernah menangani Kingsnake setelah itu telah dimakan.
Merawat Kingsnake adalah tidak begitu sulit. ” Yang perlu Anda lakukan adalah untuk tetap dalam kandang yang aman dan selalu sanitasi dengan perlengkapan pemanas yang diperlukan dan kebutuhan substrat, memberikan makanan segar, dan air bersih. ” Dengan merawat hewan eksotis ini, Anda dapat memastikan keamanan dan kesejahteraan.

Mengenal Lebih Jauh Corn Snake

Nama ular satu ini adalah Corn snake (Ular Jagung) atau lebih sering dikenal Ular Tikus Merah. Ular satu ini mempunyai badan yang kuat dan non-berbisa. Corn snake merupakan bagian dari keluarga Colubrid, Colubrid mempunyai lebih dari 2000 spesies di seluruh dunia, OMG!!
Mungkin sebagian dari kita masih takut dengan ular padahal dengan kita belajar tentang ular maka ketakutan yang kita miliki akan berkurang.

Ular jagung bisa ditemukan di seluruh tenggara dan tengah Amerika Serikat. Sifat jinak mereka, keengganan untuk menggigit, ukuran dewasa moderat 3,9-6,0 meter (1,2-1,8 m), pola yang menarik, dan perawatan relatif sederhana membuat mereka menjadi ular peliharaan populer. Di alam liar, mereka biasanya tinggal di sekitar 6-8 tahun, tetapi dalam penangkaran dapat hidup sampai sampai 23 tahun.

Ular Jagung merupakan reptil yang sangat mudah dipelihara, memiliki warna dan pola lurik yang sangat menarik. Ular ini boleh dibilang sangat "eye catching". Kenapa Ular Jagung direkomendasikan untuk dipelihara ? karena jenis ular ini sangat memiliki tabiat yang tenang dan kalem saat diberi makan. Ular Jagung tidak beracun dan memiliki panjang rata2x 1,2-1,8 meter, makanan yang digemari adalah tikus sawah.


Gambar Untuk Corn Snake














selamat mencoba untuk memelihara Corn Snake...!!!

Mengenal Ular Monopohon (Candoia carinata)



Candoia carinata carinata, atau kita mengenal di Indonesia sebagai mono pohon adalah termasuk family Boa. Ular ini panjangnya mencapai 60cm namun dengan diameter yang kecil. Tidak termasuk dari jenis ular yang mengandung bisa. Tipikal dia merupakan ular yang jinak tidak menggigit, senang bergelung di tangan karena memang hidup di dahan pepohonan. Memiliki banyak variasi warna dan motif, yang pada umumnya dari coklat sampai hitam. Mono pohon merupakan ular yang aktif pada malam hari (nocturnal). Mereka biasa memakan kadal-kadal kecil, cicak maupun pingkies (anak tikus yang masih merah).



Berkembang biak dengan cara melahirkan anak-anaknya yang dapat mencapai sepuluh ekor. Ular ini merupakan ular yang cocok kita pilih sebagai awal memelihara ular karena eksotik dan sifat jinaknya. Cukup sediakan ranting dan minum di dalam kandangnya. Kalau bisa setiap hari dijemur sebentar agar metabolismenya lebih baik. Mari kita memperkenalkan reptil ke sekitar kita !


Sinaloan Milk Snake Yang Tetap Cantik Sejak 40 Tahun Lalu

Sinaloan milk snake adalah salah satu jenis ular yang paling gampang dipelihara, tapi biarpun gampang pemeliharaannya, ular ini ngga jelek lho. Malah sinaloan milk snake adalah salah satu ular tercantik yang tersedia di pasaran. Harga ular sinaloan yang patternnya normal atau yang berwarna tidak banyak berubah dari tahun 70an, dan ini menunjukkan ular ini masih memiliki daya tarik sejak dulu. Sianloan milk snake sangat mudah di handle, sangat jinak, dan kelihatan sangat keren, jadi Sinaloan milk snake cocok dipelihara siapa saja.. Sinaloan milk snake juga berumur lumayan lama. Ular ini bisa mencapai umur 20 tahun jika dipelihara dengan baik dan benar dengan panjang mencapai 48 inci atau sekitar 120 cm. Sudah bisa ditebadari namanya, ular ini memiliki range di Sonora hingga Sinaloa, Rio Fuerte dan hingga southwestern Chihuahua, Mexico. Habitat alaminya adalah di pesisir dataran rendah pasifik dibawah 3300 kaki. Biasa ditemukan di bawah kayu kayu yang membusuk, hutan & perkebunan. Banyak juga ditemui di dekat tempat tinggal manusia dan ladang jagung.

Sinaloan milk snake yang dibiakkan sangat banyak morphnya, dan ini menunjukkan kalau ular ini tidak hanya cantik di alam, tapi juga sangat bervariasi di penangkaran. Beberapa morphnya adalah splotched, splotched albino, albino, hypoerythristic, hybino, aberrant, albino aberrant, patternless and patternless albino.

Sinaloan milk snake dikenal sebagai ular yang (kadang kadang) ophiophagous atau memakan ular lainnya, bahasa kerennya: snake eaters. Berhati hatilah saat memelihara lebih dari satu ular sinaloan di dalam satu kandang. Pilih ular yang ukuran tubuhnya hampir sama tapi tetap awasi mereka. Intinya, tidak dianjurkan untuk memelihara sinaloan lebih dari satu dalam satu kandang. Dan jika terpaksa harus memelihara lebih dari satu ekor sinaloan dalam satu kandang, jangan pernah terlambat untuk memberi . Sinaloan makan hewan pengerat, dari pinkies hingga rat dewasa, tergantung ukuran ular itu sendiri. Sinaloan juga akan memakan mangsa yang masih segar atau yang sudah dibekukan (selalu cairkan dulu mangsa yang beku hingga suhu ruang).

Untuk kandangnya, sinaloan milk snake dewasa membutuhkan terrarium ukuran 20 gallon dengan tutup yang aman. Untuk beddingnya bisa diberikan aspen, pine, karpet, koran bekas dan hamper semua bahan yang biasa dipakai untuk bedding ular. Sediakansatu titik yang panas dengan memansang heat pad di salah satu sisi terrarium dengan suhu kira kira 85 derajat Fahrenheit. Suhu di sisi lain kandang harus sekitar 70 derajat Fahrenheit. Tidak diperlukan lighting tambahan. Lengkapi terrarium dengan setidaknya 2 tempat bersembunyi yang cukup besar untuk ular, masing masing di satu sisi terrarium dan semangkuk air bersih untuk minum ular di bagian terrarium yang dinigin (bukan di dekat heat pad). Jika perlu dan mau, hiasi dengan tanaman buatan, kayu kering dan lain lain.

Budidaya Ular Cornsnake itu Mudah

Mengembang biakan Corn snake
Corn snake sudah terkenal dengan ukuran tubuhnya yang imut, sisik yang cantik dan berwarna-warni. Ular manis yang satu ini sangat digemari oleh berbagai kalangan, bahkan tak jarang mereka yang tidak menyukai ular akan merasa gemas pada simungil ini.
Corn snake di Indonesia bukan binatang eksotis yang umum dengan pasaran yang masih lumayan tinggi, sehingga timbulah dari beberapa hobbyist keinginan untuk mengembang biakan ular koleksi mereka. Mengembang biakan corn snake termasuk hal yang sangat mudah dibanding dengan pengembang biakan ular jenis lain seperti boa constrictor.  Akan tetapi, sebelum kita melangkah jauh pada topik mengemang biakan corn snake, ada hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dengan matang.
Apakah anda benar-benar ingin mengembang biakan corn snake anda?
  1. Akan dikemanakan bayi-bayi corn snake anda setelah menetas?
    Apakah anda akan menjualnya? Jika benar apakah anda telah memiliki pasaran untuk menjualnya?  Jika tidak mungkin anda akan bangkrut dengan biaya bulanan yang semakin membengkak dari waktu ke waktu, tidak mustahil anda akan menjual bayi anda dengan harga yang sangat murah pada akhirnya.
  2. Apakah anda sudah siap untuk memelihara sejumlah besar ular-ular yang akan anda miliki? Harus diingat bahwa tanggung jawab anda akan semakin besar dengan jumlah ular yang meningkat pesat, membersihkan begitu banyak kandang akan sangat melelahkan dan mungkin anda akan merasa bosan dalam beberapa waktu.
  3. Apakah anda sudah menyiapkan dana untuk  pakan dan kandang? Seekor corn snake betina biasanya dapat menetaskan telur hingga 15 ekor, bayi-bayi tersebut akan melahap kurang lebih 30 bayi tikus putih (pinkies) setiap minggunya. Sedangkan bayi tikus putih sangat sulit didapat dipasaran, jangankan 30 ekor perminggu, terkadang mencari lima ekorpun sudah sangat sulit.
  4. Apakah anda siap mempertaruhkan nyawa corn snake anda? Mengawinkan corn snake memiliki beberapa resiko yang anda harus pahami.
Resiko dalam perkawinan dua induk corn snake:
  1. Dystocia: lebih dikenal dengan egg-binding, ini merupakan proses bertelur yang tidak normal. Ketika bertelur induk betina membutuhkan energi yang sangat banyak. Jika keadaan induk betina tidak prima, bisa dipastikan akan berbahaya bagi kesehatannya dan dapat menyebabkan  kematian.
  2. Transfer Disease: Dalam perkawinan dua induk tidak jarang terjadi pemindahan penyakit antara keduanya. Terkadang ular membawa pathogen yang tidak berbahaya bagi dirinya tapi dapat membahayakan ular lain.
  3. Kanibalisme: Walau sangat jarang terjadi, salah satu induk mungkin membunuh dan memakan induk lainnya.
Bukanlah maksud hati untuk mengurungkan niat anda, tapi anda harus sadari bahwa anda akan memiliki tanggung jawab yang lumayan besar bersamaan dengan berkembangnya koleksi anda nanti.
Jika anda masih bersikeras untuk mengembang biakan corn snake anda, silahkan membaca lebih lanjut.
Tahap-Tahap Breeding Corn Snake
1. Pre-Breeding Conditions:
Yang perlu anda ingat sebelum anda memulai adalah memastikan kedua ular induk dalam kondisi prima, tidak sakit dengan berat badan yang sesuai. Kondisi kesehatan yang kurang baik pada induk bisa menimbulkan komplikasi pada induk betina dan telur-terlunya. Terlebih lagi jika anda meletakkan ular yang sakit pada masa hibernasi kondisi ular akan sangat cepat memburuk dan bisa berakibat fatal. Induk betina dengan kondisi tidak sehat sering ditemukan mati pada masa kehamilan atau masa bertelur.
Timbanglah Ular: Sebelum memulai proses hibernasi, timbanglah ular terlebih dahulu karena ular akan mengalami pengurangan berat badan hingga beberapa gram.
Over Feeding: Anda bisa memberinya makanan dengan ukuran lebih besar daripada biasanya dan lebih sering. Lakukan “over feeding” ini dalam waktu kurang lebih enam bulan sebelum hibernasi.
Kosongkan perut ular: Sebelum anda memulai proses hibernasi, pastikan bahwa perut kedua induk ular dalam keadaan kosong.
2. Brumation:
Corn snake adalah reptil yang berasal dari Negara dengan empat musim, salah satu hal yang pasti dilakukan corn snake selama musim dingin adalah hibernasi, istilah hibenarsi untuk reptil lebih tepat  disebut dengan “Brumation”.  Waktu yang terbaik adalah setelah musim hibernasi, tentu saja awal spring. Tapi berhubung Indonesia hanya memiliki dua iklim anda dapat memanipulasi brumation ini dengan permainan suhu. Beberapa breeder reptile tidak melakukan brumation atau menghibernasikan hewan mereka sebelum proses perkawinan. Tapi sangat dianjurkan untuk melakukan brumation karena pada spesies tertentu, induk pria yang telah menjalani proses penurunan suhu lebih fertil (subur) dari pada ular yang tidak menjalani proses penurunan suhu, begitu pula pada induk betina yang telah mengalami proses penurunan suhu mampu memproduksi telur yang lebih baik dari pada yang tidak
Pre CoolingPre Cooling  adalah penurusan suhu berkala untuk proses brumation hingga suhu 50F/32C  selama satu bulan. Proses penurunan suhu ini akan memakan waktu 2,5 hingga 3 bulan
- Aturlah suhu Pre Cooling sekitar 65F/47C  s/d  70F/52C  kurang lebih selama lima hingga tujuh hari.
- Kemudian aturlah suhu diantara 55F/37C  hingga 60F/42C selama sekitar satu bulan.
- Atur kembali suhu 50F/32C dalam jangka waktu satu hingga dua bulan
Pengurangan suhu yang secara perlahan tersebut sangat diperlukan untuk menghindari kejutan suhu pada tubuh ular untuk proses brumation. Tanpa proses penurunan suhu yang berskala dan tepat dapat mengakibatkan banyak komplikasi pada induk ular.
After Cooling:
Setelah suhu kandang munurun hingga 50F selama satu bulan, anda harus kembali menaikan suhu dengan tahapan terbalik. Atur suhu pada 65F-70F kurang lebih 5 hingga 7 hari, lalu naikan suhu kandang kembali pada keadaan normal seperti biasanya. Biarkan ular pada suhu normal selama dua hingga tiga hari lalu berilah makan dalam jumlah kecil. Lima hari kemudian anda bisa mulai memberi makan ular anda dalam jumlah dan jadwal seperti biasanya.
3. Mempertemukan Dua Induk:
Anda memiliki dua pilihan dalam mempertemukan dua induk:
  1. Tunggulah hingga induk betina berganti kulit sekali setelah brumation. Ini merupakan masa perkembang biakan yang optimal karena sisik ular yang segar mengandung pheromones yang dapat merangsang proses perkawinan.
  2. Tunggulah hingga induk betina telah 3 atau 4 kali makan setelah brumation. Mayoritas breeder memilih cara ini karena lebih meyakinkan sebagai tolak ukur bahwa induk betina telah benar-benar pulih dari proses brumation.
Pertemukan kedua induk jantan dan betina pada satu kandang. Berilah makan sesuai dengan jadwal seperti biasanya, tapi harap diingat untuk memisahkan mereka disaat pemberian makan.
Walaupun secara umumnya proses perkawinan terjadi pada malam hari, tak jarang kedua induk kawin setelah shedding (mengganti kulit) atau setelah makan.
Anda bisa memisahkan kedua induk setelah beberapa kali kawin atau anda bisa menunggu hingga perut induk betina mulai membengkak.
Setelah anda melihat pembengkakan pada perut induk betina, berilah dia pakan yang lebih sering dan lebih banyak. Hal tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan induk dan telurnya karena induk yang hamil membutuhkan asupan nutrisi yang sangat banyak. Terlebih lagi dikarenakan induk akan mengalami banyak penurunan berat badan.
4. Betina Bertelur: 

Induk betina akan bertelur sekitar 20 hingga 30 hari setelah proses perkawinan. Dalam waktu kurang lebih satu hingga dua minggu sebelum bertelur, induk betina akan berganti kulit, setelah pergantian kulit ini induk betina akan berhenti makan hingga bertelur.
Pada masa optimal ini anda harus menyiapkan wadah tambahan sebagai sarang untuk bertelur bagi induk betina. Anda bisa menggunakan ember atau wadah silinder plastik yang cukup besar untuk induk melingkarkan badanya seperti pada posisi mengeram. Letakan wadah tersebut didalam kandang induk betina. Berilah lubang pada sisi ember/wadah plastik sehingga sebagai jalan keluar masuk bagi induk. Anda nanti akan sering melihat induk betina bersembunyi dalam sarang terserbut dan menjulurkan kepala hingga batas lehernya saja keluar.
Isilah setengah penuh wadah sarang dengan medium atau lumut yang lembab, biasa digunaka “peat moss”, “sphaghum moss” atau “vermiculite”. Medium ini akan membantu telur-telur dari dehidrasi dan juga menjaga posisi telur agar tidak bergulir ketika sang induk bergerak.
Pada umumnya induk betina akan bertelur pada wadah sarang tersebut, tapi tak jarang induk betina bertelur pada posisi lain diluar sarang.
Jangan ganggu induk selama masa bertelur karena ini adalah masa yang sangat stress bagi induk. Anda mungkin harus memindahkan induk sewaktu mengambil telur, tapi biarkan si induk beristirahat selama dua hingga tiga jam setelah dia selesai bertelur. Pada saat ini anda sebaiknya terus memberikan induk betina dengan porsi makanan yang kecil demi menjaga nutrisi dan staminanya.
5. Pengeraman dan Penetasan:
Pisahkan Telur: Pisahkan telur dengan induknya. Usahakan posisi telur tetap karena kemungkinan besar embrio ular dapat tenggelam jika anda membaliknya.
Umumnya telur akan menempel satu sama lain, perhatikan warna dan corak dari setiap telur. Telur yang sehat memiliki warna putih bersih, bentuknya bundar dan halus. Telur yang buruk akan tampak kekuningan dan terasa lembab atau basah. Jika anda tidak merasa yakin dalam membedakan antara telur yang subur dengan yang tidak, tunggulah hingga beberapa telur membusuk. Pisahkan telur yang baik dengan yang buruk untuk menghindari pembusukan menular. Telur yang buruk biasanya sangat mudah untuk dipisahkan dengan telur yang lain, sedangkan telur yang baik akan menempel erat. Jangan pernah pisahkan telur yang baik karena pasti akan robek. Telur yang buruk kadang dapat dipisahkan dengan benang flosh yang biasa dipakai untuk membersihkan sela gigi.
Beberapa breeder bersikeras bahwa telur yang buruk tidak membahayakan telur yang baik, tapi tetap saja bau telur yang buruk sangat menyengat dan tidak jarang kasus terjadi dimana telur yang buruk membusukkan semua telur yang baik.
Inkubasi dan Medium: Anda membutuhkan inkubasi yang dapat anda beli atau anda buat sendiri, misalnya Hovabator incubator. Anda dapat membuat home made incubator dengan pendingin sterofom (Styrofoam), pita pemanas dan thermostat. Apakah anda pusing mendengarnya? Jangan kuatir karena pada kenyataannya telur dapat menetas hampir disegala macam wadah dengan pengaturan suhu dan kelembaban yang tepat. Menurut penelitian terkini, pengaturan suhu dapat bervariasi sekitar 78F/60C s/d 80F/62C  atau ada kalanya ditemui penetasan dengan suhu 72F/54C s/d 90F/72. Variasi suhu yang tidak terlampau jauh dari normal dapat menghasilkan produksi dengan jumlah rasio jenis kelamin yang seimbang, jumlah yang lebih banyak dan hasil anakan yang lebih kuat.
Gunakanlah medium yang dapat mempertahankan suhu dengan baik. Banyak orang merekomendasikan “vermiculite” dan “perlite” sebagai medium eraman. Campurkan kedua medium dengan air atau salah satunya saja juga cukup, rasio perbandingan antara air dan medium adalah 4:3. Beberapa breeder lebih menyukai perbandingan rasio 1:1. Pastikan saja kalau medium eraman lembab tapi jangan terlampau basah . Wadah inkubasi anda membutuhkan lubang ventilasi untuk pergantian udara. Anda bisa membuka wadah saja tanpa repot-repot membuat ventilasi. Tapi dengan membuka wadah beresiko telur anda dimakan binatang pemangsa seperti tikus.
Letakan telur pada medium, ada yang meletakkannya begitu saja ada yang menguburkannya setengah atau tiga perempat bagian.  Meletakannya setengah terkubur akan lebih baik karena telur dalam posisi yang paling aman. Sekali lagi, berhati-hatilah agar posisi telur tidak terbalik waktu anda meletakannya,  karena bisa menyebabkan embrio dalam telur tenggelam.
Setelah 40 hingga 45 hari, mayoritas breeder akan menutup telur-telurnya dengan Koran atau anduk kertas yang dibasahi sehingga terasa lembab. Hal ini dilakukan untuk menjaga kulit telur agar tetap lembut , sehingga penetasan akan berjalan lebih mudah bagi bayi ular.
Hal yang paling dihindari adalah kehilangan telur-telur anda setelah proses yang begitu panjang dan lama. Jadi pastikan kalau anda mengatur dua hal yang sangat penting dengan tepat, yaitu temperatur dan tingkat kelembaban.
Suhu yang tinggi memang dapat mempercepat penetasan telur, tapi ini beresiko lebih besar dalam kegagalan penetasan. Telur akan menetas sekitar 50 hingga 55 hari.
Penetasan:
Tibalah saat yang paling ditunggu, pada hari kelima puluh biasanya bayi ular mulai memakan cairan dalam cangkangnya lalu mulai memotong cangkang dari dalam. Akhirnya anda dapat melihat kepala kecil mulai keluar dan mengintip dunia untuk pertama kalinya. Inilah saat yang paling menegangkan dan menggairahkan bagi breeder.
Bantulah bayi-bayi ular anda dengan memotong cangkang lebih lebar sehingga mereka lebih leluasa untuk keluar. Jika dalam waktu 24 jam ada telur yang tidak juga mau menetas, irislah cangkang dengan pisau yang sangat tajam. Berhati-hatilah agar tidak memotong bayi ular didalamnya. Biarkanlah ular keluar dengan sendirinya.
Ketika bayi ular telah sempurna keluar dari cangkangnya, anda bisa mengangkatnya dan meletakkan mereka diatas handuk yang bersih agar cairan yang menempel pada yubuh bayi ular menyerap pada handuk. Setelah kering anda bisa mulai meletakkan mereka pada kandang-kandang yang anda telah sediakan.
First time Feeding:
Bayi ular yang baru menetas akan mulai makan setelah pergantian kulit yang pertama. Berilah pinkies padanya setiap tiga hingga empat hari. Frekuensi pergantian kulit bayi corn snake memakan waktu empat hingga lima minggu sekali. Seperti halnya ular dewasa, bayi corn snake akan mogok makan ketika tiba saatnya untuk ganti kulit.
Jadi apakah anda sudah siap mencoba?

Jenis Ular Colubrid Yang Cantik dan Cocok Untuk Di Pelihara

Ada tiga jenis ular colubrid yang banyak dipelihara hobiis di indonesia, yaitu milk snake, corn snake, dan king snake.





www.google.com





Milk Snake
Milk snake merupakan salah satu ular mini yang digemari hobiis di indonesia. Salah satu alasanya adalah ukurannya yang mini, sehingga memudahkan dalam penempatan karena tidak memerlukan kandang yang terlalu besar. Selain itu, ular ini memiliki corak warna yang cerah dan menawan. Motif warna ular ini selang-seling mirip gelang. Umumnya terdapat tiga macam warna pada tubuhnya. Misalnya, putih susu, hitam dan warna kemerahan selang-seling membentuk cicncin gelang sepanjang tubuhnya.





Ular mini ini bisa hidup hingga 20 thaun. Namun, umumnya hanya mencapai 15 tahun. Ular milk snake senang sembunyi sehingga harus disediakan tempat persembunyian di dalam kandangnya. Ular ini termasuk ular kanibal. Karena itu, sebaiknya siletakkan dalam kandang tunggal, kecuali saatbreeding.



Corn Snake ( Red Rat Snake )
Disarankan untuk pemeluhara pemula penggemar reptile ular. Berbagai alasan mendukungnya. Ukuranya tidak terlalu besar sehingga perawatanya relatif lebih muda. Selain itu, ular ini juga tergolong jinak dan warnanya menarik. Ragam warna ular ini antara lain kuning, orange, hingga cokelat. Beberapa jenis corn snake adalah normalcorn snake, albino corn snake, white corn snake dan ghost corn snake.
\












King Snake
Termasuk jenis ular tidak berbisa. Habitat alaminya dari gurun, padang rumput, rawa, pepohonan, hutan, hingga daerah berbatu-batu. Nama king snake diperkirakan berhubungan dengan jenis pakan di habitat alaminya. Ya, ular ini gemar memakan jenis ular lain. Karena itu, sebaiknya diletakkan dalam kandang tunggal, kecuali saat breeding. Namun, saat dipelihara ular ini bisa diberi pakanyang sama dengan jenis ular lain. Beberapa jenis king snake, yakni common king snake, mexican king snake, chinese kingsnake, leopard king snake, dan reverse high white king snake.




Sumber: Redaksi AgroMedia, Buku Memilih dan Merawat Kura-kura, Ular, dan Gecko, Jakarta: AgroMedia Pustaka, 2010

Inclusion Body Disease (IBD)

Inclusion Body Disease (IBD)
Apakah IBD itu?
IBD merupakan suatu hal yang telah lama ada dalam pemeliharaan boa dan python di captivity, akan tetapi keberadaannya sendiri baru disadari oleh publik baru-baru ini. IBD dipercaya sebagai penyakit yang disebabkan oleh retrovirus dan sepertinya hanya menyerang anggota dari keluarga “boid”, seperti python dan boa. Penyakit ini mempengaruhi dua grup ular tersebut dengan berbagai cara yang berbeda akan tetapi kondisi yang diakibatkan akan selalu fatal ketika ular mulai menampakkan gejala-gejala yang diakibatkan oleh penyakit ini.
Ular bisa saja tidak menampakkan gejala-gejala apapun tetapi tetap saja menjadi pembawa dari penyakit ini – Boa, sebagai contoh, sering menjadi sarang dari penyakit ini tanpa menampakkan gejala-gejala terkena penyakit. Maka bila seekor ular yang dikandangkan dengan ular lain yang telah terinfeksi tidak menunjukkan adanya gejala-gejala apapun, bukan berarti ular tersebut kebal terhadap penyakit ini – ia tetap dapat menjadi sumber infeksi pada ular-ular lainnya yang masih sehat.
Penyakit ini diyakini disebabkan oleh “inclusion bodies” (sejenis retrovirus) yang diidentifikasi terdapat dalam sel epithelial dari ginjal dan pancreas ular yang terjangkit. IBD juga dikaitkan dengan degenerasi neuronal dan luka pada saraf tulang belakang dan otak, yang nantinya akan menyebabkan denegerasi myelin dan kerusakan pada saraf. Dalam beberapa kasus, ular yang terjangkit oleh IBD juga ditemukan terinfeksi oleh kutu ular, Ophionyssus natricis, akan tetapi karena keberadaan dari parasit ini tidak selalu hadir pada semua kasus IBD yang terjadi, maka hubungan sebab akibat yang pasti antara parasit ini dan IBD tidak dapat dibuat.
Host
Penyakit IBD sendiri telah diidentifikasi pada ular-ular dari keluarga boid di bawah ini, antara lain berbagai subspecies boa constrictor (Boa constrictor), green anaconda (Eunectes murinus), Haitian boa (Epicrates striatus), Burmese python (Python molurus bivittatus), Indian python (P. m. molurus), reticulated python (P. reticulatus), ball python (P. regius), carpet python (Morelia spilota) dan diamond python (M. s. spilota). Sebagai tambahan, penyakit yang mirip dengan IBD didiagnosa pada seekor eastern king snake (Lampropeltis getulus) yang dikandangkan dengan boa constrictor dan pada palm vipers (Bothriechis marchi).
IBD biasanya ditemukan pada ular-ular juvenile hingga ular dewasa, akan tetapi tidak menutup kemungkinan ular yang baru lahir (neonate) dapat terinfeksi juga.
Distribusi
Menyebar di seluruh dunia pada ular-ular dari keluarga boid yang ada dalam pemeliharaan. Kebanyakan kasus IBD terjadi di U.S namun kasus-kasus IBD baru-baru ini ditemukan pada captive pythons di Australia, Canary Island, dan Italia. Transportasi ular dalam perdagangan hewan dan transportasi ular dari institusi-institusi kebun binatang yang berbeda dipercaya menjadi sebab tersebarnya penyakit ini di seluruh dunia.
Sampai saat ini tidak diketahui apakah inclusion body disease juga muncul pada boa dan python di alam liar, atau secara exclusive hanya terjadi pada ular di pemeliharaan (hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut).
Gejala
Python dan boa memperlihatkan gejala yang sedikit berbeda, dimana penyakit berkembang lebih lambat pada boa.
Tanda-tanda infeksi IBD di Boa antara lain kekacauan pada sistem saraf pusat seperti lumpuh, tidak dapat mengembalikan posisi badannya ke arah semula ketika posisi badannya terbalik, “star-gazing” (posisi kepala ular tegak ke arah atas menatap langit), ketidak mampuan untuk menyerang atau membelit mangsanya – atau bahkan hanya pada kelumpuhan saja. Gejala-gejala lain yang terjadi di Boa adalah penurunan berat badan secara ekstrim, menderita muntah kronis, serta infeksi pernafasan. Dysecdysis yang disebabkan oleh ketidak mampuan ular untuk mengontrol gerakan tubuhnya dalam melepas kulit lama-nya.
IBD berkembang secara lebih agresif pada ular python, selain gejala-gejala yang telah dijelaskan untuk boa di atas (terkecuali muntah kronis), python juga mengalami “mouth rot” (infectious stomatitis), disorientasi dan hilangnya kordinasi otot serta respon refleks yang terlalu tinggi atau terlalu besar.
Baik pada Python ataupun Boa, penyakit ini berkembang sangat cepat dan berakibat fatal pada ular-ular juvenile. Dimana kematian dengan cepat terjadi setelah dimulainya kelumpuhan ringan pada ular.
Daya tahan Virus di luar inangnya
Berdasarkan apa yang telah diketahui tentang virus pada saat ini, maka disinfektan berbasis alkohol (e.g. Sagrotan, Desderman, Microzid) akan melenyapkan virus. Sebagai retrovirus, IBD tidak akan bertahan di luar tubuh inangnya untuk jangka waktu yang lama.
Pencegahan
Sampai sekarang tidak ada pengobatan untuk penyakit ini, dan dikarenakan penyakit ini selalu berakibat fatal dan sangat menular, maka euthanasia pada ular yang positif terjangkit oleh IBD merupakan tindakan yang dianjurkan. Sekalipun ular dapat dijaga agar tetap hidup melalui tindakan-tindakan seperti force feeding dan hydration, kerusakan yang terjadi pada saraf, otak, saraf tulang belakang dan organ-organ dalam sangatlah besar – sehingga biarpun ular tetap hidup tetapi kualitas hidup ular itu sendiri akan semakin menurun yang juga disertai dengan meningkatnya rasa sakit pada ular.
Dikarenakan belum adanya pengobatan untuk penyakit ini dan penyebarannya yang seperti virus, maka tindakan yang dapat dilakukan untuk menimalisir resiko masuknya IBD ke ular peliharaan kita adalah dengan melakukan aksi-aksi pencegahan, antara lain:
  • Hanya menempatkan satu ular dalam satu kandang.
  • Penggunaan satu macam barang untuk tiap satu kandang (tempat minuman, hook, dan lain-lain).
  • Hindari pemberian makanan yang telah ditolak oleh satu ular kepada ular lainnya.
  • Pembasmian kutu.
  • Melakukan tindakan euthanasia pada ular yang telah positif terjangkit oleh IBD.
  • Melakukan disinfeksi kandang dan peralatan secara berkala.
  • Mencuci tangan setelah dan di antara penghandlean satu ular sebelum menghandle ular lainnya.
  • Kandang yang terbuat dari kayu polos (tidak dilapis melamine dan semacamnya) harus disingkirkan, apabila ular yang telah terkonfirmasi terjangkit IBD tinggal di dalamnya.
Karantina secara ketat untuk setiap ular jenis Python dan Boa yang baru kita dapat, paling tidak untuk jangka waktu 3-6 bulan dan jika anda telah memiliki pet Python maupun Boa, selalu berhati-hati dan waspada setiap mengunjungi toko hewan peliharaan, pameran reptil, ataupun melihat-lihat koleksi reptil orang lain.

Senin, 26 Mei 2014

Index Reptile Peliharaan

1. Kadal
1.a Iguana
Mengenal 7 Jenis Iguana
tips merawat Iguana
Cara Membuat Kandang Iguana
10 Jenis Penyakit Umum pada Iguana
3 Jenis Makanan untuk Iguana
1.b Gecko
Jenis-jenis Morph Pada Leopard Gecko
TIPS MEMILIH DAN MERAWAT GECKO
MAKANAN GECKO
KANDANG GECKO
Penyakit yang Menyerang Gecko
1.c Savanah Monitor
Savannah Monitor
menu untuk savannah monitor di alam liar
1.d Varanus/Biawak
Varanus yang ada di INDONESIA
Tips Meimilih Varanus
jenis biawak dalam pemeliharaan
LIST PAKAN VARANUS
Beberapa obat untuk reptil..
Cara handling biawak part I
Cara handling biawak part II
SUBSTRAT UNTUK VARANUS

1.e SOA Payung
Soa Payung
kandang dan subtract
Makanan

2. Kura-Kura
2.a Kura secara umum
Jenis dan Macam - Macam Kura - Kura
Tips pemilihan dan pemeliharaan kura-kura
Ciri-Ciri Fisik Kura-Kura dan Menentukan Jenis Kelamin
Penyakit pada Kura-kura dan Pengendaliannya.
Tips Tentang Makanan Kura-Kura
Kandang Kura kura
2.b Kura-Kura Brazil / RES
Kura-Kura Brazil / Red Ear Slider
Pemeliharaan dan perawatan
Pemberian pakan
Tips saat akan membeli RES sebagai tambahan pertimbangan
Merawat kura baru
Penyakit, pencegahan dan pengobatannya

2.c Kura-Kura Sulcata


3. Ular
3.a Ular Secara Umum
Lima Jenis Ular Terbanyak Dipelihara
Perawatan Ular Peliharaan
(Pengenalan dan Pertolongan Pertama)Tidak Semua Ular Berbisa
Tips Memegang dan Memberi Pakan Ular
penyakit ular
Cara Membersihkan Kandang Ular
Tips Memilih Ular Peliharaan
Inclusion Body Disease (IBD)
obat-obatan pada ular
3.b Reticulated Python
Cara Merawat Ular Python
Ular Sanca Kembang
3.c BOA Constrictor
Info Umum
Kandang dan Perawatan
makanan
4.d Colubrids
Colubrid
4.d.I Corn Snake
Corn Snake
Jenis-Jenis Corn snake
BUDIDAYA CORNSNAKE

4.d.II Milk Snake
Sinaloan milk snake

4.d.III King Snake
Perawatan Kingsnake yang Benar

4.d.IIV Monopohon
Mengenal Ular Monopohon (Candoia carinata)
Habitat Mono Pohon & Mono Tanah (candoia carinata & candoia aspera)


4. Buaya
7 Jenis Buaya di Indonesia
Pengin Piara Buaya? Gampang Kok!!
PROSES KELAHIRAN BUAYA
10 Fakta Buaya
BETERNAK BUAYA


Sabtu, 09 November 2013

Makanan untuk ular






Layaknya makhluk hidup lain,ular juga membutuhkan makanan untuk menunjang kehidupannya,di alam liar ular banyak memakan hewan hewan yang ada di sekitarnya,Ular menelan seluruh seluruh makanan mereka dan menghabiskan beberapa hari mencerna apa pun jenis binatang yang mereka makan, sehingga kebiasaan makan mereka jauh berbeda dari jenis lainnya hewan peliharaan. Hampir semua jenis ular makan hanya satu kali seminggu tapi beberapa mungkin makan bahkan kurang sering, seperti hanya satu kali sebulan, terutama jika mereka mengkonsumsi hewan yang lebih besar yang memakan waktu lebih lama untuk dicerna. 


 Sesuaikan makanan dengan jenis ular
Pada umumnya, ular berukuran kecil/sedang makan tikus. Jenis ini bisa makan tikus putih yang kecil (sesuai ukuran), cicak, kadal, bahkan ular(khusus untuk ular yang kanibal). Sementara untuk  python yang baru menetas, sudah bisa makan mencit dewasa sebagai makanan pertama mereka.

Sementara ular dengan  ukuran dewasa  memerlukan kelinci, marmot, atau ayam sebagai makanannya. Sangat tidak dianjurkan memberikan ular anda makanan dari binatang luar karena mungkin masih mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan ular.


Sesuaikan frekuensi pakan dengan umur ular
Frekuensi pemberian pakan harus dikurangi seiring dengan pertumbuhan ular. Untuk neonate, berikan pakan 1-2 kali/minggu, juvenile setiap 7 – 9 hari, dan adult (dewasa) tergantung pada sistem metabolisme pada spesies tersebut. Contohnya, Phyton albertisi (Liasis albertisi) harus lebih sering diberi makan dibandingkan Ballphyton karena lebih aktif sehingga metabolismenya lebih cepat. Kadang-kadang, beberapa jenis ular tidak makan selama berbulan-bulan dan tidak sakit. Namun, makanan harus tetap ditawarkan karena nanti ular tersebut juga akan lapar dan memakan pakan yang diberikan.


Hindari penyebab ular malas makan
Ada banyak sebab kenapa ular malas makan. Sebisa mungkin, hal itu dihindari. Berikut ini penyebab ular Anda malas makan.
  • Masih menyesuaikan dengan lingkungan barunya.
  • Temperatur udara dan air terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Ukuran kandang tidak sesuai, terlalu besar atau terlalu kecil.
  • Sistem penghangat /penjemuran yang tidak sesuai.
  • Pencahayaan pada siang hari terlalu rendah.
  • Tidak ada atau kurang tempat bersembunyi (hiding-box).
  • Waktu makan yang salah (beberapa jenis ular lebih suka makan di siang/malam hari).
  • Ular sedang sakit, misalnya terlalu banyak parasit atau sariawan.
  • Ular sedang tidak lapar.
  • Masih terlalu kecil atau baru menetas. Biasanya ular baru diberi makan setelah shedding I, kira-kira 2 minggu, tergantung spesies.
  • Sedang hamil atau sedang akan ganti kulit.
  • Sembelit atau dehidrasi akut.

Agar ular mau makan lagi, atasi penyebabnya terlebih dahulu. Sebagai contoh, bila suhu kandang terlalu dingin, bisa dinaikkan dengan memasang pemanas. Namun demikian, setiap jenis ular membutuhkan temperatur optimal (POTZ) yang berbeda-beda.

terakhir berikan lah ular peliharaan kita makanan yang dibeli dari pejual khusus pakan ular (contoh peternak tikus putih) karena makanan yg kita beli dari breeder/peternak terjamin kebersihannya dibandingkan makanan yang kita dapatkan dari alam liar