Pages

Tampilkan postingan dengan label kuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Maret 2014

Pelatihan Dasar Kuda: Lungeing


Lungeing merupakan pelatihan dasar kuda  sebelum kuda dapat ditunggangi. Lungeing melatih stamina, membentuk otot-otot kuda serta melatih kuda mengerti dasar-dasar perintah yang diberikan. Lungeing membutuhkan kesabaran   dan ketelatenan. Kuda yang masih  “hijau” atau belum pernah mendapatkan pelatihan sama sekali membutuhkan waktu  4-6 bulan untuk  sampai bisa ditunggangi. Kuda muda biasanya mulai di-Lungeing saat berumur 2 tahun. Sehingga ketika kuda berumur 2,5 tahun kuda mulai bisa ditunggangi. Menuggangi kuda sebelum berumur 2,5 tahun sangat berisiko kuda cedera karena tulang-tulang kuda masih terlalu muda untuk menopang beban.

Stable-stable besar biasanya memiliki lungeing ring atau arena khusus untuk lungeing. Lungeing ring merupakan arena berberbentuk lingkaran dengan diameter 10 meter. Arena ini memudahkan pelatih untuk me-lungeing kuda karena pelatih kuda tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengendalikan kuda. Pelatih cukup membuat kuda mengikuti track disepanjang tepi arena, sehingga pelatih bisa lebih terfokus pada latihan yang dikehendaki.

Lungeing memiliki seni tersendiri karena menuntut  seorang pelatih kuda benar-benar memahami sifat-sifat masing-masing kuda serta melatih kuda untuk mengerti kemauan pelatih. Teknik lungeing terbagi 2 yaitu lungeing 1 tali dan lungeing 2 tali. Teknik Lungeing  1 tali lebih umum  digunakan di Indonesia karena jauh lebih mudah. Tali lungeing dikaitkan pada ring bit kemudian kuda dibuat jalan melingkar dengan pelatih kuda berada di tengah-tengah lingkaran. Sudut antara badan kuda dan tali harus membentuk sudut  45 derajat. Hal ini salah satunya bertujuan agar kuda tetap melaju  kedepan sesuai dengan tipe langkah kuda. Kesulitannya adalah kuda-kuda yang masih hijau biasanya berbalik arah.


Lungeing 2 tali tidak disarankan untuk dilakukan oleh orang yang belum berpengalaman. Teknik lungeing ini membutuhkan pengetahuan mendalam tentang fisiologi kuda, ragam langkah, willingness, accepting bit, serta emosional kuda. Lungeing 2 tali biasanya menggunakan tali yang lebih panjang dibanding pada Lungeing 1 tali, Sehingga teknik 2 tali biasa disebut long line lungeing. Peralatan lungeing meliputi tali lungeing, kaos tangan serta lungeing whip.


Artikel Terkait :

Kandang Kuda

Kandang merupakan syarat utama memelihara kuda. Secara umum kandang terbagi atas beberapa bagian: kandang inti, penambat, gudang pakan dan peralatan serta tanah lapang sebagai tempat berlatih menunggang dan tempat umbaran. Kandang inti merupakan tempat bagi kuda untuk tidur sehingga harus membuat kuda nyaman. Syarat utama kandang inti adalah lantai yang sesuai. Struktur lantai pada kandang inti dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyerap air dengan baik. Permukaan lantai biasanya menggunakan konblok.  Ukuran kandang inti tergantung dari besar kecilnya kuda. Rata-rata kandang inti berukuran 3m x 4m.




Permukaan teratas dari kandang inti biasanya diberi alas serbuk kayu sisa penggergajian dengan tebal anta 15-20cm. Alternatif lain adalah menggunakan potongan-potongan kertas.  Bahan ini banyak dipakai di Singapura karena serbuk kayu sangat sulit. Penambat merupakan tempat khusus untuk menambatkan kuda ketika kuda sedang dirawat. Penambat harus memiliki saluran drainase yang baik sehingga nyaman ketika memandikan kuda. Lantai penambat sebaiknya berupa semen keras kemudian dilapisi karpet karet khusus ternak. Idealnya lantai penambat berukuran 2m x 2.5m, tinggi tiang 1,5m serta tinggi pagar tepi 80cm.
  

Lapangan idealnya memiliki ukuran setidaknya 20 m x 40 m. lapangan ini merupakan ukuran lapangan Dressage kecil yang sesuai dengan standart international. Penulis sendiri pernah belatih pada lapangan berukuran 15 m x 30 m.


Pembangunan kandang harus benar-benar  memperhitungkan aspek keselamatan, baik keselamatan kuda, keselamatan perawat, serta keselamatan lingkungan. Kandang didesain sedemikian rupa sehingga misalnya kuda lepas, kuda akan masuk dan terisolasi di dalam kandang umbaran.


Artikel Terkait :

Penyediaan makan dan minum kuda


Kuda mutlak memerlukan persedian air sepanjang waktu, pastikan air selalu tersedia. Cek air setiap ada kesempatan menengok kandang. Di alam liar, Kuda setiap hari  memakanan rumput sekitar 2,5% dari berat tubuhnya. Kuda dengan tinggi 150cm kira-kira memerlukan rumput sebanyak 10kg perhari. Ketika kuda mengalami domestifikasi dan dibutuhkan untuk keperluan manusia, energy yang dibutuhkan kadang jauh lebih banyak dari pada di kehidupan alaminya. Untuk itu dibutuhkan pakan tambahan diluar rumput sehingga kebutuhan energy tercukupi.

Pakan-pakan tambahan yang biasa digunakan diantaranya, jagung, Wheat-Bran,  Rice-Bran (dedak/bekatul) serta makanan konsentrat. Jagung dan Rice-Bran banyak mengandung karbohidrat, penggunaan berlebih akan menyebabkan penumpukan asam laktat pada otot (penumpukan asam laktat pada manusia menyebabkan kram). Komposisi rumput dan pakan tambahan harus disesuaikan dengan kebutuhan energy kuda. Kekurangan rumput akan menyebabkan kolik yang merupakan penyakit pembunuh pertama pada kuda. Disisi lain pemberian pakan melebihi takaran akan menyebabkan pencernaan kuda bermasalah.

Peternak kuda cenderung menggunakan konsentrat sebagai pakan tambahan karena penghitungan kebutuhan energy lebih mudah. Varian pakan untuk beragam kebutahan nutrisi kuda juga telah tersedia, baik untuk kuda pacu, indukan maupun anakan. Selain pakan , kebutuhan mineral kuda juga harus diperhatikan terutama kalsium. Biasanya pakan kuda ditambah pikuten dan garam sebagai pasokan kebutuhan mineral.


Rumput Australia biasanya dipilih untuk ditanam sebagai pasokan rumput di musim kering. Rumput ini dipilih karena produktifitasnya. Dengan tinggi mencapai hampir 1m, tentu rumput ini jauh lebih produktif dibandingkan dengan rumput lokal.


Artikel Terkait :

Pemberian pakan kuda


Pemberian pakan pada kuda harus memperhatikan hal-hal beriut ini:

1. Selalu beri minum sebelum makan.
2. Jumlah makan sedikit namun sering  jauh lebih baik dari pada jumalh banyak namun jarang.
3. Jangan beri makan kuda yang masih “panas” sehabis kerja.
4. Pastikan kuda sudah kencing sebelum makan, untuk memastikan metabolisme kuda berjalan baik.
5. Patuhi jadwal makan.
6. Perubahan komposisi pakan harus dilakukan secara bertahap.
7. Beri pakan sesuai kebutuhan energi kuda.

Panduan rasio pakan
Beban kerja kuda
% rumput
% konsentrat
Istirahat
100
0
Ringan
75
25
sedang
60
40
Berat
40
60
Pacuan
30
70

Prinsip pemberian minum
1. Air bersih selalu tersedia.

2. Jangan beri minum kuda yang masih “panas” dalam jumlah banyak, beri minum sedikit demi sedikit.


Artikel Terkait :

Handling dan Handwalk


Penulis sengaja memasukkan Handling kedalam kategori Sekolah Kuda dan bukan di kategori Memelihara Kuda karena menurut hemat penulis, Handling merupakan hal yang paling mendasar dalam pendidikan kuda. Tanpa pendidikan handling yang memadahi, mustahil kuda dapat dimanfaatkan manusia.  Kemudian penulis menggabungkannya dengan Handwalk menjadi satu topic. Handwalk merupakan pendidikan lanjutan agar kuda mengerti konsep leadership, bahwa perawat adalah pemimpin.


Konsep dasar horse handling adalah “halter broke”. Konsep ini menyatakan bahwa kuda mengerti halter sebagai suatu kondisi bahwa kuda harus menurut pada perawat. Kuda dapat disebut halter broke apabila tulang muka depan  (tulang antara mata dan hidung) terpegang kuda diam menurut. Kuda-kuda hasil ternak biasanya sudah masuk kelas halter broke karena peternak kuda sudah membiasakan halter dari saat kuda masih kecil. Meskipun demikian, teknik handling yang salah dapat merusak kondisi halter broke sehingga kuda susah untuk dipegang dan cenderung menyerang.

Handling harus dilakukan dari depan kuda, pastikan kuda mengerti apa yang hendak anda lakukan. Jangan pernah meng-handle kuda dari belakang. Kuda secara naluri akan menendang kebelakang apabila merasa ada sesuatu di belakangnya yang tidak ia mengerti. Dekati kuda secara tenang dan berani untuk memasang halter. Kegaduhan akan membuat bingung kuda dan rasa takut akan membuat kuda curiga.

Selalu ucapkan terima kasih dan tepuk leher kuda beberapa kali sebagai penghargaan ketika kuda bersedia dipasang halter.  Ucapan terimakasih dan tepuk leher sebagai bentuk penghargaan akan selalu digunakan saat berinteraksi dengan kuda baik saat merawat, schooling atau pelatihan maupun saat menunggang. Hal ini meskipun sangat seherhana namun sangat fundamental dalam membentuk karakter kuda dalam jangka panjang. Ucapan terima kasih dan tepuk leher akan membuat kuda mengerti apa yang dilakukannya benar. Kuda yang telah mengerti ucapan terima kasih dan tepuk leher akan lebih mudah dilatih serta jauh lebih jinak.

Horse handwalk secara sederhana dipahami sebagai menuntun kuda. Meskipun sederhana namun hal ini sangat penting agar kuda lebih jinak. Sesuai standar BHS (British Horse Society), menuntun kuda seharusnya disebelah kiri kuda. Kaitkan tali tuntun pada ring halter bawah (atau ring bit kiri kuda apabila menggunakan bit). Pegang tali tuntun sedekat mungkin dengan pengait dengan tangan kanan. Gulung sisa tali dan pegang dengan tangan kiri.

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika menuntun kuda;
1. Jangan sampai kaki depan kuda melewati/berada di depan penuntun. Hal ini menunjukkan bahwa kuda dalam posisi superior atau tidak mengakui penuntun sebagai pemimpin.

2. Jangan melawan ketika kuda berusaha berontak dari tuntunan. Lepaskan pegangan tangan kanan lalu ulur tali tuntun dengan tangan kiri. Ketika kuda sudah tenang, gulung kembali tali tuntun dan tuntun kuda secara biasa.


3. Selalu gunakan sepatu dengan pelindung besi pada ujung jari. Hal ini untuk melindungi kaki ketika terinjak kuda. Beberapa kuda cukup pintar sehingga mengincar kaki penuntunnya. Apabila kaki terinjak kuda jangan ditarik tetapi geser badan kuda. Menarik kaki yang terinjak kuda akan menyebabkan luka yang dihasilkan semakin berat. 


Artikel Terkait :

Mengenal Langkah Kuda


Pemahaman tentang langkah-langkah kuda sangat penting dalam olah raga berkuda, baik dalam pelatihan maupun dalam kompetisi. Pemahaman langkah-langkah kuda secara baik dan benar merupakan hal mendasar. Secara natural kuda memiliki 3 jenis langkah yaitu: walk, trot dan canter. Di Indonesia “walk” secara tradisional disebut “setap”, sedangkan “trot” disebut “drap”. Canter secara sama juga dipahami secara tradisional, hanya penulisan mengikuti kaidah bahasa Indonesia, kenter.

Walk merupakan pergerakan 4 ketukan dan merupakan langkah kuda yang paling pelan. Satu fase Walk dimulai dari kaki belakang kuda. Pergerakannya adalah kaki kanan belakang – kaki kanan depan – kaki kiri belakang – kaki kiri depan, atau sebaliknya. Trot merupakan pergerakan 2 ketukan, langkah trot secara umum dipahami sebagai langkah setengah berlari. Satu fase Trot dimulai dari kaki belakang kuda. Pergerakannya adalah kaki kanan belakang , kaki kiri depan – kaki kiri belakang, kaki kanan depan. Untuk lebih mudahnya trot merupakan pergerakan kaki secara diagonal. Kaki kanan belakang bergerak bersama kaki kiri depan sebagai satu kesatuan dan kaki kiri belakang bergerak bersama kaki kanan depan sebagai satu kesatuan yang lain.

Canter merupakan pergerakan 3 ketukan, langkah canter secara umum dipahami sebagai lari. Satu fase canter dimulai dari kaki belakang kuda. Pergerakannya adalah kaki kanan belakang – kaki kiri belakang, kaki kanan depan – kaki kiri depan. Dalam dunia Equestrian khususnya Dressage, langkah-langkah kuda sangat diperhatikan sedetail mungkin. Satu langkah yang tidak konsisten akan sangat mengurangi kualitas menunggang. Sebagai contoh langkah Trot, Kaki kuda secara diagonal harus mengangkat atau mendarat secara bersamaan sehingga benar-benar menghasilkan langkah 2 ketukan. Ketidaksamaan kaki mengangkat atau mendarat akan menghasilkan langkah 2+ atau bahkan 2,5 ketukan. Hal ini menyebabkan kuda kehilangan keseimbangan dalam langkah.


Pada langkah trot terdapat 2 ketidaksaman langkah yaitu overspeed forehand dan overspeed hindquarter. Overspeed forehand adalah kaki depan kuda terlambat mengangkat dari kaki belakang belakang diagonalnya. Sementara overspeed hindquarter adalah kaki depan kuda terlambat mendarat dari kaki belakang diagonalnya.


Artikel Terkait :

Peralatan-peralatan untuk menunggang kuda


Bagi anda para pemula dalam olah raga berkuda, peralatan dasar yang harus anda ketahui dan miliki sebagai perlengkapan wajib. Peralatan tersebut harus anda kontrol baik kelengkapannya maupun kualitasnya.

1. Peralatan Bagi Si Penunggang
Peralatan dasar bagi penunggang kuda terdiri atas peralatan keamanan dan pelindung diri antara lain: standard safety helmet (helm), sepatu tunggang/boot, pelindung dada (bila perlu), kaca mata (race). Serta Cemeti (pecut).

2. Peralatan Bagi Si Kuda:
Peralatan bagi si kuda terdiri atas Peralatan Punggung atau disebut pelana/saddle beserta perlengkapannya dan Peralatan Kepala atau disebut Head Bridle dan perlengkapannya.

Peralatan Punggung Kuda terdiri atas:
a. Pelana Kuda atau disebut “Saddle=English”
b. Alas Saddle atau dikenal dengan kata “Lebrak=Jawa”, atau “Saddle Pad = English”.
c. Sanggurdi atau dikenal dengan kata “Songgowedi=Jawa” atau “Stirrups = English”
d. Tali Sanggurdi atau dikenal dengan kata “Tali Ulur = Jawa” atau “Adjustable Stirrup Straps=English”.
e. Amben atau dikenal dengan kata Tali Perut atau “Girth = English” terdiri atas Amben Luar dan Amben Dalam.
Sedangkan Peralatan Kepala terdiri atas:
a. Sarungan Kepala atau “Head Bridle=English” dengan berbagai variasi seperti dengan Nose-band dll.
b. Kendali besi atau dikenal dengan kata “Cakotan=Jawa” atau “Bite=English”
c. Tali Kekang atau dikenal dengan kata “Lis = Jawa” atau “Reins=English”
d. Martingal alat ini dipakai untuk membantu menggendalikan kuda. Ada vertikal martingal dan horizontal martingal.
e. Tali Tuntunan atau disebut “Lead Rope=English”.
Peralatan-peralatan kuda tersebut dibuat khusus untuk kuda yang bersangkutan dan disesuaikan dengan ukuran kuda: tingggi kuda, ukuran lingkar kepala, lingkar rahang, lingkar perut, panjang leher dll. Peralatan Kuda juga dibuat tersendiri tergantung disiplin yang diambil seperti: Khusus untuk tunggang (equestrian), khusus pacuan (race) maupun untuk latihan (training) sehari-hari.

Pacuan Kuda Klasik mengharuskan peralatan berkuda terbuat dari bahan kulit asli, namun atas tuntutan jaman, pertimbangan harga, fleksibilitas dan kemudahan sekarang ini sebagian peralatan kuda telah dibuat dari bahan bahan sintetis seperti nylon, plastik dll. Pelana Kuda atau Saddle adalah salah satu peralatan kuda yang paling banyak variasinya sesuai dengan disiplin olah raga berkuda yang ada. Ada Pelana Gaya Inggris atau disebut English Saddle. Pelana inilah yang paling sering dipakai untuk Tunggang, maupun Race. Ada juga Pelana Gaya Western atau dikenal dengan Western Style Saddle yang dipakai dalam olah raga berkuda gaya Western Cowboy atau Rodeo.

Pelana kuda Equestrian gaya Inggris juga terdiri atas berbagai model: Tunggang Long Range (Endurance), Dressage maupun Show Jumping. Design pelana disesuaikan dengan posisi kaki penunggang dan titik berat badan penunggang diatas punggung kuda. Para pembuat pelana/saddle memperhitungkan dengan cermat segi-segi keamanan dan kekuatan pelananya untuk disiplin olah raga berkuda yang dimaksud.


Selain itu ada olah raga berkuda jenis Bendi dan Polo yang di Indonesia belum populer. Peralatanya juga sedikit berbeda. Untuk peralatan tunggang maupun pacu sudah banyak yang dapat dibuat sendiri didalam negeri dengan kualitas baik dengan harga yang terjangkau namun bagi penggemar barang import juga dapat memperolehnya meskipun relatif lebih sulit didapat, serta harga yang jauh lebih mahal. Barang-barang itu biasanya buatan Australia, Amerika maupun Inggris.


Artikel Terkait :

Istilah-istilah dalam berkuda


Ada beberapa istilah dalam bahasa Inggris yang perlu dimengerti oleh orang kuda. Selain istilah anatomi kuda yang banyak anda ketemukan di beberapa buku referensi, istilah-istilah berikut mungkin bisa membantu anda mengerti dan memahami buku-buku berbahasa Inggris tentang kuda. Namun juga harus dipahami bahwa dalam bahasa Inggris banyak terdapat kata-kata yang bersifat “slang” atau kata yang hanya terdapat didaerah tertentu (logat). Maka untuk itu istilah ini mungkin tepat hanya pada lingkungan atau daerah yang terbatas. Contohnya di Inggris Raya, ada perbedaan istilah colt, kuda pacu kelamin jantan dibawah 5 tahun semua disebut colt. Demikian pula istilah filly untuk kuda betina dibawah 5 tahun. Di Amerika juga ada perbedaan semacam itu.

Colt : Anak kuda jantan berusia antara 1 s/d 2 tahun. Banyak orang menyebut anak kuda dengan colt , padahal colt hanya mengacu kepada anak kuda berkelamin jantan saja.
Foal : Anak kuda baik jantan atau betina yang berumur dibawah 1 tahun
Filly : Kuda betina umur dibawah 4 tahun
Stallion : Kuda jantan yang tidak dikebiri berumur diatas 4 tahun
Mare : Kuda betina berumur diatas 4 tahun
Gelding : kuda jantan berumur diatas 4 tahun yang sudah dikebiri
Yearling : Anak kuda yang berumur antara 1 s/d 2 tahun.
Thoroughbred Horse: satu jenis RAS kuda yang dikembangkan sejak tahun 1600 khusus untuk RACE atau pacuan. Dikembangkan pertama kali di Inggris dari 3 ekor kuda yaitu Byerly Turk, Darley Arabian dan Godolphin Arabian. Berpostur tinggi, ringan dan kecepatan tinggi. Dikembangkan dari persilangan kuda arab dan kuda Turki dan sekarang sudah berkembang ke seluruh dunia.

Kuda Arab (Arabian Horse): satu jenis RAS kuda yang berasal dari daerah Arab, dipelihara orang untuk berbagai keperluan. Karena posturnya yang tinggi, performance yang istimewa, ketahanan tubuh (endurance), kecerdasannya, spirit maka kuda arab dipakai juga untuk berperang. Menjadi peliharaan orang-orang suku pengembara Baduwi di daerah padang pasir Arab. Kuda arab banyak dipakai untuk persilangan kuda RAS lain, bertujuan untuk meningkatkan kualitas (grading up). Byerly Turk, Darley Arabian dan Godolphin Arabian adalah moyangnya kuda Throurougbred.


Artikel Terkait :

Olahraga Berkuda


Olahraga berkuda adalah olahraga yang ideal untuk dinikmati bersama dengan seluruh keluarga. Balita pun sudah dapat menikmati berkuda kalau ia menunggang kuda poni yang dituntun, dan mulai usia 5-6 tahun anak-anak sudah dapat belajar menunggang sendiri. Bagi remaja olahraga berkuda juga sangat menarik, dan dewasa sampai usia lanjut pun dapat menemukan kesenangan dengan mitra berkaki empat itu. Ada penunggang yang berkuda hanya sebagai hobby belaka, ada juga yang memiliki ambisi untuk berprestasi dalam olahraga yang sangat beraneka ragam ini. Bagaimanakah caranya menjadi penunggang kuda?

Biasanya, minat berkuda muncul ketika anak-anak masih berusia balita atau sewaktu SD. Kalau ada kesempatan berkuda, misalnya di tempat-tempat wisata seperti kebun binatang, daerah pegunungan dan lain-lain, anak-anak pasti ingin mencobanya. Anak-anak pada umumnya menikmati mainan yang bergerak dalam berbagai bentuk, sebut saja komedi putar atau ayunan. Tetapi dengan kuda, mereka juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan hewan yang memberikan respons, dan sifat berani dan percaya diri si anak biasanya juga mendapatkan sambutan positif dari orang tua dan keluarga. Anak-anak memiliki bakat alam untuk menunggang karena lebih luwes dan lentur, cepat menyesuaikan diri dan dapat mengikuti ayunan kuda dengan mudah.

Minat berkuda bukan hanya timbul pada anak-anak, tetapi juga pada dewasa, walaupun dengan alasan yang berbeda. Yang sering terjadi adalah bahwa orang tua dari anak yang sedang belajar berkuda menjadi ikut tertarik, atau bahwa dewasa hanya ingin menjadikan impian masa kanak-kanak, merasakanfreedom, power and grace, sebuah kenyataan. Seperti setiap olahraga lainnya, berkuda memiliki faktor resiko. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk belajar teknik berkuda dengan benar, supaya dapat mengendalikan kuda dalam setiap situasi. Teknik yang baik dan benar juga memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi penunggangnya dan menjadikan berkuda sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan.

Di berbagai daerah ada sarana atau sekolah-sekolah berkuda yang menyediakan fasilitas untuk belajar menunggang kuda. Saat ini pada federasi nasional tercatat sekitar 25 klub berkuda. Sebagai info: sebaiknya jangan menghubungi sekolah berkuda pada hari Senin, karena untuk tempat berkuda di seluruh dunia hari Senin adalah hari libur! Selain fasilitas lapangan yang sesuai standar, tentunya diperlukan kuda-kuda sekolah yang telah terlatih untuk ditunggang oleh pemula, dan juga pelatih yang berpengalaman.

Perlengkapan awal untuk penunggang adalah helm berkuda (bila perlu dipinjamkan pihak sekolah), celana panjang (kalau bisa jangan terlalu longgar karena mudah terjepit) dan sepatu dengan sedikit hak, sebaiknya setinggi mata kaki. Kalau ingin melanjutkan dan untuk kenyamanan penunggang, dianjurkan untuk memiliki helm, sarung tangan, celana dan boots berkuda. Sebaiknya berlatih 2-3 kali per minggu. Selain belajar teknik menunggang, pemula juga diperkenalkan dengan horsemanship, yaitu bagaimana berinteraksi dengan kuda, cara merawat kuda dan pemasangan alat tunggang seperti pelana, kendali dan lain-lain.

Pada tahap awal belajar menunggang, pemula akan dilongser selama kira-kira 30 menit. Longser atau lunging adalah berlatih mengelilingi pelatih yang mengendalikan kuda dengan tali panjang sekitar 7 meter yang disambungkan ke bagian mulut (mouthpiece) kuda. Dengan cara itu, pemula dapat berkonsentrasi kepada dirinya sendiri dan tidak perlu risaukan kudanya. Yang diajarkan pertama adalah cara duduk yang benar, menemukan keseimbangan badan dalam setiap cara gerak kuda (walk, trot, canter) dan bagaimana memberikan pertolongan kepada kuda untuk mengendalikannya. Pada prinsipnya, kuda digerakkan dengan betis dan dihentikan dengan kendali, tetapi cara duduk dan suara si penunggang juga dikategorikan sebagai pertolongan.

Tergantung bakat si penunggang, akan dilongser sebanyak kurang-lebih empat kali latihan, kemudian dilepas untuk latihan tanpa tali longser. Waktu latihan juga lebih lama, yaitu sekitar 45 menit. Kalau sudah dapat menemukan keseimbangan dan mengendalikan kuda dengan baik, pola latihan juga semakin intensif dan pada akhirnya penunggang dapat mengikuti pertandingan. Setelah beberapa waktu berlatih berkuda, terlihat ke mana bakat dan minat si penunggang mengarah. Penunggang yang senang berkuda secara tenang dan halus biasanya memilih Dressage, sementara yang lebih berani dan yang mencari action akan mengarah ke Showjumping. Yang senang berwisata biasanya memilih Endurance, dan yang punya bakat untuk berbagai nomor mengarah ke Eventing.


Walaupun tidak harus memiliki kuda sendiri, pada suatu saat seorang penunggang pasti mempertimbangkan ide itu. Menemukan kuda yang jodoh dengan penunggang dan dapat menunjang kegiatan berkudanya bukanlah hal yang begitu mudah. Memiliki seekor kuda juga merupakan sebuah tanggung jawab yang sangat besar! Perjalanan seorang penunggang pemula hingga menjadi atlit hanyalah melalui prestasi yang diraihnya. Semakin baik prestasinya, semakin baik pula materi atau kuda yang dapat ditunggangnya. Tanpa membedakan gender dan kalangan, dan apakah seorang penunggang memilih berkuda tetap sebagai amatir atau sebagai penunggang professional hingga pelatih, semua dapat berpartisipasi dan menikmati olahraga yang beraneka ragam ini


Artikel Terkait :

Teknik Menunggang Kuda


Menunggang kuda sudah menjadi aktifitas hiburan bagi banyak orang dan biasa dilakukan di tempat wisata atau di tempat – tempat pemeliharaan kuda, bagi penggemar kuda yang senang dituntun oleh pemelihara kuda maka tidak ada masalah pasti aman, tetapi bagi penggemar yang senang menunggang mandiri perlu sedikit bekal pengetahuan tentang cara menunggang kuda agar dapat menikmati wisata atau olah raga berkuda dengan santai, aman dan benar.

Sebelum menunggang sebaiknya kita lakukan  senam pemanasan agar otot badan lentur dan kuat karena semua penunggang kuda akan merasakan beberapa gangguan pada otot selama dan sesudah menunggang seperti keram betis, keram pangkal paha, sakit di perut dan sakit pinggang, gangguan tersebut otomatis hilang setelah rutinitas menunggang sudah stabil. Sesudah senam kita melakukan langkah persiapan dan  pengenalan tentang kuda meliputi nama, prestasi, kebiasaan buruk , pengalaman kuda, kemampuan khusus kuda (kuda balap, kuda tarik, kuda tangkas, kuda militer, kuda beban atau kuda tunggang biasa) serta  keturunan kuda secara umum saja  sehingga penunggang akan mudah menyesuaikan diri dengan kuda, lalu persiapan menunggang peganglah tali kekang dari arah kiri atau kanan sebutlah nama kuda sambil diusap pipi dan leher sebagai tanda pengenalan, ajak kuda berkeliling jalan kaki sejenak sambil perhatikan kesehatan kakinya berhenti dan periksa body jika tidak ada luka lanjut  memeriksa tali kendali, ikatan pelana dan stel ukuran pijakan kaki hingga cocok dengan penunggang, sampai disini langkah persiapan selesai dan kuda siap ditunggangi.

Naik kuda sebaiknya dari sisi kiri kuda karena biasanya manusia memiliki kekuatan lebih pada kaki yang kanan untuk menghentak naik keatas, jika hentakan dan pegangan tangan kuat maka sekali loncat langsung pada posisi duduk, jika terlalu kuat penunggang bisa lewat dan merosot pindah kekanan kuda, usahakan naik tanpa bantuan orang lain kecuali type pendek perlu dibantu, sekarang penunggang sudah duduk diatas pelana dengan Posisi siap bergerak dengan kemungkinan sebagai berikut :

1.   Jalan biasa, dengan sedikit menghentak kedua kaki keperut kuda maka kuda akan bergerak maju, pada speed rendah ini penunggang duduk full di pelana sambil menjaga balance tubuh dengan mengatur pinggang agar bergoyang nyaman,  pijakan kaki juga ringan hanya untuk keseimbangan dan bantuan kendali kuda.

2.   Lari biasa, rapatkan kedua kaki ketubuh kuda maka kuda akan berlari dengan kecepatan normal, tali kendali agak pendek dengan tangan mengikuti irama kepala kuda dan irama kuda sudah bikin repot cara duduk joki mulai loncat duduk loncat duduk mengikuti suara sepatu kuda, joki yang tidak konsentrasi akan terlihat dari irama loncat duduknya tidak nyaman dan jika sering akan terjadi posisi pantat mencong kanan atau kiri, disini penyebab utama tibulnya keram kaki pada penunggang.

3.   Lari cepat, kedua kaki rapat ketat ketubuh kuda serta kedua paha ketat kuat dibawah pelana sehingga pantat joki terangkat melayang selama kuda lari cepat, suara kaki kuda hanya 2 ketukan panjang, tali kendali ketat kedua tangan menyesuaikan dengan irama kepala kuda maju dan mundur, arah lurus aman bagi joki, sedikit berbelok tetap jaga kelurusan tubuh dengan kuda, hati-hati pada lari cepat kuda bisa berbelok kuat  60-90 derajat pada kecepatan 20 km/jam berbelok aman, 30km keatas bisa menyebabkan joki terpisah loncat lurus jatuh kedepan dan kuda berbelok sendiri tanpa joki.


Setelah cukup melakukan joy ride atau cross country maka kembalikan kuda sebelum jam makan siang tiba, jika lewat waktu kuda agak sulit dikendalikan karena kuda hewan yang disiplin dan patuh pada kebiasaannya, setelah selesai menunggang maka penunggang segera melakukan senam pelemasan agar otot regang kembali dan pemulihan pegal-pegal cepat sembuh.


Artikel Terkait :

Cara memasang peralatan berkuda


Tacking

Tacking merupakan proses pemasangan peralatan menunggang pada kuda. Peralatan menunggang pada kuda biasanya terdiri dari sadle, saddle pad (jawa : lebrak), girth (jawa : amben), bridle set, serta bandages atau boot kuda. Pertama pasang saddle pad pada punggung kuda, pastikan seluruh wither tertutup saddle pad. Hal ini bertujuan untuk menjaga wither agar tidak terluka karena gesekan dengan saddle (saddle drag).  Kemudian pasang saddle dengan benar. Tarik ujung saddle pad ke atas sehingga sadlle pad menempel pada bagian bawah saddle. Pastikan antara bagian bawah saddle dan tulang belakang kuda terdapat rongga udara sehingga seluruh tulang belakang kuda tidak tersentuh saddle. Posisi saddle seluruhnya bertumpu pada otot-otot disamping kiri-kanan tulang belakang kuda.

  


Pasang girth dan kencangkan sedikit demi sedikit. Jangan mengencangkan girth dalam sekali tarikan, hal ini akan mengganggu pernafasan kuda. Setelah selesai pasang boots atau bandages. Pemasangan badages atau boots sebaiknya tidak terlalu kencang, cukup sekedar tidak mudah lepas.  Karena tujuan utama pemakaian boots atau bandages adalah melindungi kaki dari benturan antara masing-masing kaki.

Terakhir pasang bridle set, pastikan bit terpasang dengan benar. Bit yang terpasang baik akan menghasilkan 3 lipatan pada ke dua ujung  bibir. Kaitkan tali leher (Throatlatch) pada bridle set.  Pastikan tali leher (Throatlatch) memiliki cukup ruang agar kuda tidak tercekik ketika ditunggangi. Ukuran ruang tali leher biasanya adalah  empat jari secara tegak lurus.
  


Proses terakhir tacking adalah mengukur panjang tali stirrup (sanggurdi). Ukur tali sepanjang lengan, karena pada umumnya panjang tungkai kaki manusia akan mendekati panjang lengannya. Letakkan ujung jari di pangkal kait tali stirrup lalu ukur stirrup sampai dibawah ketiak. Ukur stirrup satunya. Setelah selesai cek kepanjangan tiap stirrup dari depan kuda. Pastikan panjang stirrup sama.
Artikel Terkait :

Cara naik ke punggung kuda


Mounting


Mounting adalah proses penunggang (rider) naik  ke atas punggung kuda. Terdapat  beberapa teknik mounting, namun disini penulis hanya memberikan teknik yang biasa digunakan pada Equestrian. Proses mounting dilakukan dari sisi kiri kuda dan menghadap kearah belakang kuda. Pegang  rein dengan tangan kiri lalu pegang Pommel (ujung depan sadle). Masukkan kaki kiri pada besi stirrup. Pegang Cantle (ujung belakang sadle) dengan tangan kanan. Dengan kaki kiri menginjak stirrup, anda bisa melompat ke atas punggung kuda (saddle). Apabila kuda terlalu tinggi, anda bisa mengunakan bangku kayu yang memang dibuat khusus untuk mounting.



Dismounting


Dismounting merupakan proses turun dari punggung kuda. Dismounting juga terdapat beberapa teknik. Dismounting yang biasa digunakan dalam Equetrian adalah  dengan menopang berat badan dengan tangan. Pertama lepaskan kedua kaki dari stirrup (sanggurdi), hal ini untuk mencegah terjatuh apabila kuda terlalu tinggi. Letakkan kedua tangan pada pommel lalu condongkan badan ke depan. Topang badan dengan kedua tangan lalu ayun kaki kanan melewati punggung kuda. Gunakan berat badan untu proses turun.




Artikel Terkait :