Pages

Tampilkan postingan dengan label pakan ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pakan ikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Januari 2014

Cacing Sutra

Yang ane tau sih nih cacing kan makana favorit bagi ikan – ikan air tawar hehehe
Sapa tau juga ada yang mw beternak, cacing sutra ini, lumayan loh untungnya , ane bikin tred ini karena susah sekarang nyari cacing sutra dengan harga murah 















Habitat
Cacing ini hidup pada subtrat lumpur dengan kedalaman 0 – 4 cm dengan perincian dibagi menjadi
• kedalaman 2-4cm
Nah seperti hewan air laen maka air memegang peranan penting buat kelangsungan hidup nich cacing. Nach langsung aja dah parameter optimal nich cacning gini nich
• pH : 5,5 -8,0
• Suhu : 25 – 28 C (suhu kamar aja oke kok!!)
• DO(oksigen terlarut) : 2,5 – 7,0 ppm
• Amoniak : <3,6 (kalau ampe lebih tuch cacing bakal ko’it)

Makanan

Nach karena dia makluk hidup dia juga butuh makan tho? Makanannya tuch bahan organik yang bercampur dengan lumpur atau sedimen di dasar perairan. Cara makannya dia telen makanan bareng sama sedimennya skalian ntar dalam tubuhnya dia punya mekanisme buat misahin sedimen ma makanan yang dia butuhin
Persiapan Alat dan Bahan
1. Pemupukan
Nah sekarang ane mau cerita cara bikin pupuknya. Ane jelasin aja step by stepnya ya?
• Pertama ente cari dah tuch yang mananya peternakan ayam. Ente beli yang namanya tokai ayam – kalau ane dapet dari peternakan di Fakultas peternakan IPB dan itu gratis trus ente jemur 6 jam.
• Trus Ente cari bakteri yang buat fermentasi tuch Tokai namanya (EM4) ente coba aja cari di toko pertanian atau toko peternakan atau balai peternakan
• Ente aktifin dulu tuch bakteri caranya ¼ sendok makan gula pasir + 4ml EM4 + dalam 300ml air trus ente diemin bentar aja 2 jam aja cukup
• Trus ente campur cairan itu ke 10kg tokai yang dah di jemur tadi – inget ya ngaduknya harus rata
• Trus masukin ke wadah yang ketutup rapet selama 5 hari baru ente guna’in
Kalau ente tanya ama ane kenapa harus fermentasi segala?
Ane jawab : kerena dengan fermetasi maka kandungan N-organik dan C-organik bakal naek sampai 2 kali lipat
2. Wadah
Wadah ayng dipake berukuran 80 x 20 x 15 (PxLxT) ente bisa bikin tuch wadah dari kolam, plastik, terpal, dll. Pokoknya kreatif dikit lah!!!
Cara Kerja
1. Persiapan Wadah
Wadah diisi lumpur sebanyak 3 liter (3,7kg) sama pupuk tokai 3 liter juga (3kg) diaduk aduk ampe rata trus di sebar supaya tingginya 4 cm aja
2. Pemasukan Air
Masukin air sampai tingginya 2 cm dari subtrat trus diemin 10 hari dan biarin bakteri yang bekerja tapi jangan lupa ama yang namanya aerasi + kalau bisa di kasih aliran air gitu.
3. Penebaran Cacing
Setelah 10 hari ente tebar tuch cacing ke wadah. Caran ane dibagi aja tuch gerombolan cacing jadi grombolan grombolan kecil trus baru tebar!!!

ini cacing cuma butuh waktu 10 hari aja loh buat dipanen  makanya ane heran ko harganya mahal 

Nah tuch cacing ente pelihara aja gitu terus trus ente ambilin aja pas ente butuh jangan lupa kasih makan tokai setiap 5 hari sekali sebanyak 1 kg
Kalau ga ente ambil maka setelah hari ke 40 maka populasi tuch cacing bakal berkurang sendiri akibat persaingan sama keracunan amoniak
Trus sebaiknya kalau ente mau ngambil cacing ambilah yang dibagian bawah karena tuch cacing udah dewasa dan dari pada jadi tua lapuk trus mokat mendingan ente panen aja kan buat makan ikan ente


SUMBER

Kutu Air

Daphnia atau kutu air merupakan salah satu pakan alami yang sangat bermanfaat untuk budidaya benih. Daphnia mengandung protein yang tinggi yang mampu mempercepat laju pertumbuhan ikan. Daphnia dapat dikultur atau dibudidaya dengan mudah dengan bantuan kotoran ayam atau burung puyuh.

Persyaratan Hidup 

Daphnia hidup pada selang suhu 18-24 C. Daphnia membutuhkan pH yang sedikit alkali yaitu pH 6,7 - 9,2. Sepertii makluk hidup akuatik lainnya pH tinggi dan kandungan amonia tinggi dapat bersifat mematikan bagi Daphnia.
Daphnia merupakan filter feeder yang berarti mendapat pakan melalui cara menyaring organisme yang lebih kecil atau bersel tunggal seperti algae dan jenis protozoa lainnya. Selain itu membutuhkan vitamin dan mineral dari air. Mineral yang harus ada dalam air adalah kalsium. Unsur ini sangat dibutuhkan untuk pembentukan cangkangnya. Oleh karena itu, dalam wadah pembiakan akan lebih baik jika ditambahkan potongan batu kapur, batu apung dan sejenisnya. Selain meningkatkan pH, bahan tersebut dapat mensuplai kalsium untuk Daphnia.
Daphnia membutuhkan suplay oksigen untuk pertumbuhan dan perkembangbiakannya. Jika oksigen dalam perairan kurang mencukupi Daphnia akan membentuk hemoglobin. Pada kondisi tersebut Daphnia akan berwarna merah. Kurangnya supay oksigen dapat menyebabkan kematian pada Daphnia.

Kultur Daphnia di bak 

Daphnia bisa di kultur dalam bak baik bak tembok. Caranya,
  1. siapkan sebuah bak tembok berukuran panjang 4 m, lebar 3 m dan tinggi 0,5 m
  2. keringkan selama 3 hari;
  3. isi air setinggi 30 – 35 cm dan hentikan bila sudah penuh;
  4. masukan 2 ember kecil kotoran ayam atau puyuh yang sudah kering;
  5. tebarkan 0,5 liter induk Daphnia;
  6. biarkan berkembang sendiri; panen pada hari ke 7 – 12 dari penebaran;
  7. Panen dilakukan dengan sekup net halus.
  8. Hasilnya ditampung dalam ember atau baskom.
Setiap bak dengan ukuran di atas dapat menghasilkan Daphnia senanyak 10 kg dan puncaknya bisa menghasilkan 2 kg sehari. Agar bisa berkembang lagi, maka dilakukan pemupukan ulang selama 1 minggu sekali dan panen bisa dilakukan pada hari ke 5 atau tergantung populasinya.
Catatan : Induk Daphnia bisa diperoleh di perairan yang banyak mengandung bahan organik, misalnya sawah dan solokan yang airnya tergenang.
 
Kultur Daphnia di kolam tanah 

Daphnia bisa juga dikultur di kolam tanah. Bahkan hasilnya bisa melebihi Dapnia yang dikultur di bak. Caranya, 1. siapkan kolam tanah ukuran 100 m2; 2. keringkan selama 4 – 5 hari; 3. isi air setinggi 40 – 60m dan hentikan bila sudah penuh; 4. tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh yang sudah kering; 5. tebarkan induk 2 liter induk Daphnia; 6. biarkan berkembang sendiri; 7. panen pada hari ke 7 – 12 dari penebaran induk.
Seperti di bak, panen dilakukan dengan sekup net halus. Namun sekup net itu telah diberi tangkai dari bambu atau kayu. Hasilnya ditampung dalam ember atau baskom. Sebuah kolam seukuran di atas dapat menghasilkan Daphnia senanyak 40 kg dan puncaknya bisa menghasilkan 5 kg sehari. Agar bisa berkembang lagi, maka dilakukan pemupukan ulang dan panen bisa dilakukan pada hari ke 5 atau tergantung populasinya.
 
Pengawetan 

Budidaya pakan alami seperti halnya Daphnia kadang dipanen pada waktu yang kurang tepat dengan budidaya yang dilakukan. Untuk menyingkapi hal tersebut maka Daphnia yang di panen dapat diawetkan terlebih dahulu hingga menunggu waktu yang tepat untuk diberikan pada ikan. Pengawetan yang dilakukan untuk Daphnia yaitu pengawetan dengan cara dibekukan. Pembekuan tersebut tidak akan mengurangi kandungan gizi pada Daphnia dan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya sehingga dapat diberikan pada ikan sewaktu-waktu. Cara pengawetannya sebagai berikut :
  1. siapkan kantong plastik bening untuk tempat Daphnia;
  2. ambil Daphnia yang telah siap panen dengan sekop halus;
  3. biarkan hingga air yang ikut terbawa pada sekop keluar (tiriskan);
  4. masukkan Daphnia tersebut dalam kantong plastik yang sudah disiapkan;
  5. lipat plastik hingga tidak terjadi kebocoran atau dapat digunakan plaster;
  6. masukkan pada frezer;
  7. berikan Daphnia yang sudah diawetkan tersebut pada waktu yang tepat.
Sebelum diberikan pada ikan, Daphnia yang masih beku direndam dalam baskom yang berisi air agar meleleh. Setelah itu baru diberikan pada ikan. Pengawetan tersebut dapat bertahan 1 minggu. jika terlalu lama kandungan gizi pada Daphnia akan rusak.