Pages

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Juli 2014

Ide Kreatif Yang Terbukti Bisa Membuat Kaya

Terkadang gagasan yang tiba-tiba muncul di kepala, walau seolah terlihat sepele bisa menjadi penemuan baru. Selain bermanfaat bagi orang banyak, juga membuat si penemu kaya raya. Ini contohnya:

1.Bette Graham - Mistake Out

[Image: bettegraham2-apakabardunia.jpg]

Sekitar tahun 1951, Ms Graham menjadi sekretaris eksekutif yang sering mengetik dokumen penting. Agar tak usah mengulang mengetik dokumen setiap kali ada salah ketik, ia menggunakan cat putih yang ia ramu sendiri. Ternyata cat putih plus kuas kecil yang dinamakannya Mistake Out itu disukai teman-temannya juga. Akhirnya ia mendirikan pabrik Mistake Out.


Pada tahun 1972, omset usahanya sudah lima juta botol Mistake Out setiap tahunnya. Ketika ia meninggal tahun 1980, kekayaannya mencapai 47,5 juta dolar AS. Siapa sangka ide kecil itu bisa membuatnya kaya.

Mistake Out dikenal juga sebagai Liquid Paper, atau kita menyebutnya "Tipe-X".

2.Earle Dickson - Band-Aid

[Image: dickson-3.jpg]

40truetalesofdoinguntoothers.wordpress.com

Capek berkali-kali menempelkan perban pada jari istrinya yang sering terluka saat mengiris makanan di dapur, Earle Dickson menemukan cara jitu. Ia menggunting kain kasa kecil lalu menempelkannya di selotip.


Dengan cara ini, kain kasa jadi mudah ditempelkan pada luka kecil. Ternyata ide yang dimunculkan pada sekitar tahun 1920-an itu cukup brilian sampai-sampai perusahaan tempatnya bekerja, Johnson & Johnson memproduksinya secara massal dan Earle Dickson sendiri diangkat menjadi wakil presiden Johnson & Johnson.

3. Albert J. Parkhouse - Gantungan Baju

[Image: ALBERT-HANGER-apakabardunia.jpg]

Ia kehabisan cantelan jaket di dinding saat tiba di tempatnya bekerja. Albert J. Parkhouse, yang bekerja di pabrik kawat pada sekitar tahun 1903 akhirnya menemukan ide. Kawat ia bentuk oval dengan dua ujung kawat disatukan sehingga menjadi kaitan. Dengan kawat bentukan, itu ia bisa menggantungkan jaket dan mencantelkannya dengan mudah di dinding, tanpa mengganggu jaket lain yang ada di sana. Itulah awal ditemukannya gantungan baju.

Sekarang siapa yang tak membutuhkan gantungan baju? Ide kecil itu kini jadi bisnis besar. Inilah bukti bahwa masalah kecil bisa jadi ide sukses yang luar biasa.


4.Arthur Fry - Post-it

[Image: art-fry.jpg]

Bagaimana cara membuat catatan yang mudah ditempel, mudah dilihat, dan mudah pula dilepas? Arthur Fry punya caranya. Idenya didapat dari temannya yang memanfaatkan lem gagal (tidak lengket) sebagai bahan penempel kertas untuk menandai halaman di kitabnya.

Arthur lalu mengembangkannya menjadi produk yang belakangan dikenal sebagai Post-it.Post-it, ide kecil itu, kemudian menjadi produk andalan 3M (perusahaan yang mempekerjakan Arthur) dan menjadi bisnis besar. Kini, dunia mengenalnya sebagai "kertas catatan tempel" yang populer.

5. Toru Kumon - Kumon

[Image: toru-kumon-apakabardunia.png]

Anak pertama Toru Kumon, seorang guru matematika SMA di Jepang, sulit belajar matematika. Kumon lalu membuat metode (modul) pelajaran matematika bagi anaknya agar memudahkannya memahami ilmu hitung ini pada tahun 1954. Metode itu ia namakan Metode Kumon. Ternyata dengan metode itu anaknya bisa mengikuti pelajaran matematika dengan sangat baik. Setelah itu para tetangganya ingin mencoba metode yang sama. Kumon lalumendirikan Kumon Center.
Kini sebanyak 26.000 Kumon Center berdiri di 44 negara dengan pola pengembangan jaringan franchise.

Jadi, tak ada salahnya membiarkan pikiran mengembara mencari ide-ide kreatif. Tak heran, orang-orang yang bekerja di bidang kreatif selalu dianjurkan memiliki pola pikir yang "out of the box". Dari ide-ide yang tak lazim maka penemuan-penemuan baru bermunculan.

Pastinya, 5 penemu di atas bermula dari pengamatan terhadap sesuatu hal, lalu membiarkan pikiran mencari solusi. Dari sana muncullah ide. Awalnya hanya ada dalam "impian". Akhirnya kesuksesan diraih ketika bangun dan menangkap mimpi, serta menjadikannya kenyataan.


hore

(eoc)

Minggu, 27 Juli 2014

10 Orang Luar Biasa yang Tidak Mempunyai Lengan

1. Pengendara motor tak berlengan
[Image: liu.jpg]
Liu, 27 tahun, pada saat dia berumur 10 tahun, orang tuanya membawanya ke sirkus untuk melatih keahlian, dan semenjak itu dia berlatih mengendarai sepeda motor tanpa lengan. Liu mengaku bahwa ia sudah mengendarai sepeda motor selama 10 tahun tanpa punya SIM. Dia berkata bahwa sirkus tempat dia dulu berlatih sudah tutup 3 tahun yang lalu, dan sejak itu, dia dan 2 orang temannya dari sirkus melakukan atraksi di jalanan.

Pernah suatu kali polisi menghentikannya ketika berkendara di jalan karena kelebihan muatan, polisi itu terkejut begitu melihat bahwa pengendaranya tidak mempunyai lengan. Akhirnya polisi tersebut tidak jadi mendendanya karena Liu tidak punya uang dan hanya diberi peringatan keras. Liu pun berjanji tidak akan mengendarai sepeda motor lagi.

2. Pemanah tak berlengan
[Image: Mark_Stutzman.jpg]
Mark Stutzman sejak lahir tidak memiliki lengan, dia diadopsi oleh keluarga yang memiliki 7 angota keluarga. Cacat yang dimilikinya tidak membuatnya menyerah, dia melakukan semuanya dengan kakinya, mulai dari makan, menulis, mengemudi, dan memencet tombol-tombol handphone dengan lancar bahkan lebih cepat dari orang-orang normal pada umumnya.

Dia mulai serius melatih keahlian dalam bidang panah sejak berumur 16 tahun. Di dalam turnamen, dia ikut bertanding melawan pemanah-pemanah normal lainnya, dan selalu menjadi pusat perhatian orang. Dia memanah dengan posisi duduk di kursi dengan menahan busur dengan kaki kanannya. Dia biasanya selalu mendapat skor yang cukup bagus, dan katanya dia akan bergabung dengan tim Olympiade 2012.

3. Pemain piano tak berlengan
[Image: 95289_pianis-liu-wei--bermain-dengan-kakinya.jpg]
Liu Wei memulai debutnya ketika dalam suatu pertunjukan, dia memainkan lagu sedih berjudul “Mariage D'amour” oleh Richard Clayderman. Para penonton dibuatnya kagum oleh penampilannya, tapi yang paling membuat orang terkesima adalah bahwa dia memainkannya bukan dengan tangan, melainkan dengan jari kaki.

Pada 10 oktober 2010, dia keluar sebagai pemenang dalam acara China's Got Talent, dan dia pun mendapat tour ke Las Vegas selama 3 minggu. Liu Wei kehilangan kedua lengannya beberapa tahun lalu ketika dia tersengat listrik saat bermain petak umpet. Dia berkata bahwa bermain piano dengan kaki pada awalnya susah, sampai-sampai kakinya luka dan kram. Namun seiring waktu, akhirnya dia bisa menguasainya. Dia juga pernah berkata pada juri pada saat penampilan pertamanya, "Tidak ada peraturan bahwa bermain piano harus menggunakan tangan". Dan kalau pun ada, kini secara resmi telah berubah oleh Liu Wei.

4. Penulis kaligrafi jalanan tak berlengan
[Image: street_caligrapher.jpg]
Seorang pria tak berlengan dari propinsi Shandong sedang menulis kata-kata inspirasional dalam bentuk kaligrafi China bagi para karyawan Foxconn untuk memberikan mereka nasihat agar tidak melakukan hal-hal bodoh, seperti lompat dari gedung atau bunuh diri. Karena semenjak 2010, sedikitnya sudah ada 10 kasus bunuh diri yang dilakukan oleh karyawan Foxconn. Kata-kata itu bertuliskan, "Untuk saudara dan saudari di Foxconn, hidup itu berharga, kita harus menunaikan tugas, selalu ada jalan keluar, keharmonisan bergantung pada diri sendiri". Aksi pria ini menjadi perhatian para karyawan-karyawan Foxconn yang sedang lewat melintasinya, dan banyak dari mereka yang mendukung dan menghargai aksi pria tersebut.

Dulu dia adalah seorang juru masak di Beijing, namun sebuah ledakan gas membuatnya harus melakukan beberapa pengobatan intensif sampai akhirnya kedua lengannya terpaksa harus dioperasi. Untuk mengisi hari-harinya, dia belajar keras untuk bisa menulis kaligrafi dengan kakinya. Aksinya itu bukan hanya bisa memotivasi orang-orang di seluruh negri, tapi juga mampu melunasi biaya pengobatannya yang mahal dari hasil karya-karyanya tersebut.

5. Pegulat tak berlengan
[Image: Kyle_Maynard.jpg]
Kayle Mayner bukan hanya seorang pegulat biasa, tapi dia juga seorang pegulat paling top di sekolahnya dan juga termasuk siswa cerdas di kelasnya. Kyle lahir tanpa siku lengan dan lutut karena bawaan cacat sejak lahir, dan dia menjadi inspirasi bagi semua orang yang memilki tantangan. Kini Kyle bekerja sebagai pembicara di Biro Washington, yang spesialis untuk memberi pidato-pidato motivasi.

6. Pemain golf tak berlengan

[Image: Tommy_McAuliffe.jpg]
Tommy lahir pada 1893 di Buffalo, New York, anak sulung dari 5 bersaudara. Lengannya diamputasi karena mengalami kecelakaan kereta api tahun 1902. Dia menulis dengan pensil yang ditahan di mulutnya. Dia adalah presiden di kelas seniornya, menghabiskan kuliah selama 3 tahun dan menikah pada tahun 1919, dan kini memiliki 4 anak dan 16 cucu.

Dulunya dia sempat menjadi caddy di sebuah club golf, sambil belajar golf dengan menggunakan leher dan bahu. Lama-lama dia menjadi mahir dan bisa menang di caddies tournament. Setelah selesai kuliah, atas dukungan saudaranya yang juga seorang pemain golf profesional, dia memulai karirnya di kota New York. Trik-trik bermainnya membuatnya menjadi popular di penjuru negeri, termasuk Canada dan Australia. Tommy McAuliffe akhirnya mendapat gelar sebagai "Juara Dunia Pemain Golf Tak Berlengan".

7. Pilot pertama tak berlengan
[Image: a97287_g183_1-Jessica-Cox2.jpg]
Jessica Cox dari Tuxon, Arizona dilahirkan tanpa kedua lengan. Lulusan psikologi ini bisa menulis, mengetik, mengemudi, menyisir rambut, dan berbicara di telepon dengan hanya menggunakan kakinya. Dia juga dulunya adalah bekas penari dan pemegang sabuk hitam dalam beladiri Tae Kwon-Do. Dia punya SIM tanpa batas dan juga bisa menerbangkan pesawat. Pesawat yang dikendarainya ini merupakan salah satu pesawat yang tidak memiliki pedal yang bersertifikat. Tanpa pedal kemudi, Jessica pun bebas menggunakan kakinya sebagai lengan. Dia membutuhkan waktu 3 tahun untuk mendapatkan izin terbangnya dan sudah berlatih selama 89 jam, dengan 3 instruktor penerbangan.

8. Pemain gitar tak berlengan
[Image: PopeHugtHead.jpg]
Belajar berjalan bagi kebanyakan bayi berarti juga sering jatuh. Bagi Tony Melendez yang tidak memiliki lengan, belajar berjalan berarti sering terjatuh ke lantai tepat mengenai mukanya, hingga dia berusaha keras untuk bisa berdiri dengan kedua kakinya dengan kokoh. Tampaknya perjuangan keras tersebut sudah melekat pada diri Melendez.

Dia berlatih memetik gitar selama 7 jam sehari sampai dia bisa mahir memainkannya. Pada tahun 1987, saat dia berusia 25 tahun, dia bermain dalam kunjungan Sri Paus ke Los Angeles, dan Paus mendorong dia untuk terus memberikan harapan pada semua orang. Sebagai hasilnya, Melendez telah melanglang buana ke 40 negara menjadi pembicara motivasi.

9. Wanita fitness tak berlengan

[Image: barbie_guerra_21.jpg]
Inilah wanita yang memberi inspirasi, Barbie Guerra. Dia kehilangan lengannya pada usia 2 tahun dalam sebuah kecelakaan, namun sekarang dia bisa menjadi model fitness yang luar biasa.

10. Pelukis tak berlengan
[Image: Peter_Longstaff.jpg]
Lukisan indah ini adalah salah satu hasil karya seorang pria bernama Peter Longstaff, 48 tahun. Dia tidak memilik lengan, namun menggambar lukisannya dengan menggunakan kaki kanannya. Sambil belajar melukis sendiri, dia juga merupakan seorang ayah, pelatih footbal, dan pernah menjadi peternak babi.

Peter lahir cacat tanpa kedua lengannya, dia belajar menggunakan kaki kanannya layaknya lengan kanan. Dia membuka pintu dan menyalakan lampu dengan berdiri 1 kaki. Sebagai seorang remaja, dia pernah menjadi olok-olokan sebagian orang, namun dia menjadikan hal tersebut sebagai perjuangan hidup.

sumber http://unikanehdidunia.blogspot.com/2011...tidak.html

Selasa, 22 Juli 2014

Mengapa Bangsa Indonesia Kalah Kreatif daripada Bangsa lain?

Sebenarnya ini adalah ringkasan dari buku Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland yang berjudul "Why Asians Are Less Creative Than Westerners"(Mengapa bangsa Asia kalah kreatif dari negara-negara barat), tapi berhubung saya tinggal di Indonesia dan lebih mengenal Indonesia, maka saya mengganti judulnya, karena saya merasa bahwa bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri yang paling mirip seperti yang tertulis dalam buku itu.

1. Bagi kebanyakan orang Indonesia, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, pengacara, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki banyak kekayaan.

2. Bagi orang Indonesia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada cara memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku korupsi pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yang wajar.

3. Bagi orang Indonesia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis "kunci jawaban", bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT, dll, semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya, bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Indonesia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi "Jack of all trades, but master of none" (tahu sedikit-sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Indonesia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Indonesia yang memenangkan Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.

6. Orang Indonesia takut salah dan takut kalah. Akibatnya, sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.

7. Bagi kebanyakan bangsa Indonesia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.

8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir, peserta akan mengerumuni guru/narasumber untuk meminta penjelasan tambahan.


Dalam bukunya, Prof.Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sebagai berikut:
1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya, bukan karena kekayaannya. Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau pesantren, tapi duitnya dari hasil korupsi

2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.

3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban untuk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya.

4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan passion (rasa cinta)-nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.

5. Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko. Ayo bertanya!

6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dengan bangga kalau kita tidak tahu!

7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan. Sebagai orang tua, kita bertanggungjawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.

Sumber: hermawayne.blogspot.com

Senin, 21 Juli 2014

Sakura - Hidup singkat dan bermakna, lalu mati

[Image: sakura.gif]

Musim semi telah tiba, bunga-bunga sakura bermekaran beraneka warna, ada yang merah, pink, putih dan yang paling banyak adalah warna putih abu-abu. Bunga-bunga ini tumbuh hampir diseluruh tempat, seperti ditaman-taman, pinggir jalan, tepi sungai, dan hutan. Sakura bermekaran membuat semuanya tampak indah dan berwarna.

Orang-orang Jepang sangat antusias melihat dan mencium bunga-bunga Sakura ini. Saya sangat heran menyaksikan mereka ketika menikmati keindahan dan wangi bunga Sakura. Mereka seperti orang yang pertama sekali melihat sesuatu yang indah dan luar biasa, padahal tiap musim semi sepanjang tahunhidup mereka selalu dimulai dengan mekarnya bunga-bunga sakura ini.

Sejujurnya bagi saya, bunga-bunga ini tidak seindah bunga-bunga yang tumbuh di Indonesia. Bahkan bunga-bunga kertas yang banyak tumbuh di Indonesia jauh lebih indah dari kembang-kembang sakura ini. Siapakah yang meragukan keindahan ratusan atau bahkan ribuan angrek atau bunga melati, raflesia, dll. Bahkan rumput-rumput diladang –ladang atau di hutan Indonesia tumbuh indah melebihi keindahan pakaian para raja-raja dan permaisurinya.

Lalu apa yang istimewa dari bunga Sakura-nya Jepang ini ? Ternyata bagi orang Jepang, bunga Sakura bukanlah sekedar bunga yang mekar berwarna-warni. Bunga-bunga Sakura merupakan lambang kehidupan dan kematian, lambang kesementaraan dan kefanaan hidup ini. Bunga sakura indah bermekaran hanya dua minggu saja, setelah itu dia akan layu berguguran tertiup angin, mati lalu hilang. Hal ini melambangkankehidupan manusia yang begitu singkat. Lahir, hidup lalu mati.

Di dalam hidup sakura yang singkat itu, dia membawa keindahan, wangi dan semerak hidup bagi yang menikmatinya. Hidup yang singkat tetapi memberi kebahagiaan dan makna bagi banyak orang. Hidup yang begitu singkat tetapi berarti. Hal ini mengilhami orang Jepang untuk membuat yang terbaik didalam hidup mereka, sekali hidup tetapi berguna, sebelum mati kelak dan hilang bersama waktu. Itulah sebabnya dahulu orang Jepang memilih mati dengan bunuh diri (harakiri atau seppuku) daripada hidup tidak berguna atau gagal. Mati seperti ini lebih dihormati daripada hidup dengan tidak bermanfaat.

Sekarang ini sudah jarang orang Jepang melakukan harakiri, tetapi mereka yang gagal, atau membuat malu, atau korupsi, dll akan memilih mengundurkan diri dan tidak menampakkan wajahnya ke umum. Sifat ini membuat mereka bekerja keras sepanjang hidup, berkarya dan membuat hidup lebih baik. Tak heran jika mereka menghasilkan karya karya yang berkualitas seperti teknologi yang banyak kita nikmati. Selain itu mereka berusaha menjagai keindahan alam dan memelihara kehidupan.

Sakura, bunga khas yang menjadi ikon negeri matahari terbit. Kedatangan musim semi yang merupakan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Jepang setelah menjalani kehidupan yang berat dalam musim dingin. Untuk itu, masyarakat Jepang punya cara tersendiri untuk merayakan datangnya musim semi, yaitu dengan mengadakan acara Hanami yaitu acara berkumpul bersama keluarga atau teman dengan menggelar tikar di bawah pohon-pohon Sakura. Mereka berbahagia, sambil makan dan minum. Saat-saat romantis berkumpul dengan orang orang tercinta, sejenak merenungi keindahan dan singkatnya hidup.

Quote:Sakura, hidup singkat, dan bermakna, lalu mati. Seandainya kita bisa memaknai bunga-bunga angrek seperti halnya Sakura bagi orang Jepang, tentu hidup akan jauh lebih berarti dan berguna.

Sabtu, 19 Juli 2014

Sushma Verma, Raih Gelar Master di Usia 13 Tahun

[Image: sushma-verma-raih-gelar-master-di-usia-13-tahun.jpg]

Di India, pendidikan dan kesejahteraan bagi anak-anak perempuan masihlah terbatas. Apalagi belakangan ini marak isu tentang pemerkaosan dan pelecehan hak-hak wanita.

Namun ada secercah semangat dan harapan dari seorang anak yang tinggal di India Utara. Sushma Verma, mungkin adalah gadis belia termuda yang memperoleh gelar master di dunia. Di usianya yang masih 13 tahun, gadis muda ini sudah mengecap pendidikan sebagai mahasiswa S2.

[Image: verm_kont_2.jpg]

Verma menyelesaikan pendidikan formal hingga sekolah menengah pada usia 7 tahun. Mungkin prestasi ini terdengar mengesankan dan cukup bikin merinding. Apakah orangtuanya begitu keras menekan dia agar bisa mencapai prestasi itu? Apakah dia tak kehilangan masa kecilnya?

Dari Keluarga Sangat Sederhana

Verma bukan anak dari orang tua yang keras. Orang tuanya juga tak mengenyam pendidikan tinggi dan miskin. Bahkan mereka memberikan kebebasan pada Verma untuk melakukan apa yang diinginkannya.

"Mereka mengijinkan saya melakukan apa yang ingin saya lakukan. Saya berharap orang tua lainnya juga tak memaksakan pilihan mereka pada anak-anak," ujar verma dengan tutur bahasa yang sangat dewasa dibanding umurnya.
[Image: verm_kont.jpg]

Sushma menjalani kehidupan yang sederhana bersama orang tua dan 3 adiknya. Sehari-harinya, mereka makan, tidur dan belajar bersama di sebuah apartemen satu kamar yang sangat sempit di Lucknow.

Keterbatasan Keadaan Bukan Halangan

Verma mengakui bahwa atmosfir tempat tinggal dan kehidupannya sangat tidak mendukung untuk belajar, bahkan meraih mimpi. "Ada banyak mimpi, dan kesemuanya tidak bisa dipenuhi," ujar Verma.

Sang ayah hanyalah pekerja konstruksi yang mendapatkan penghasilan kurang dari Rp 30 ribu per hari. Barang mewah yang mereka miliki hanya sebuah meja belajar dan komputer bekas. Namun dengan kondisi yang tak ada TV dan berbagai pernik zona nyaman lainnya, memberikan manfaat bagi Verma.

"Tak ada yang dilakukan selain belajar," kata Verma.

Gadis ini mulai kuliah di B. R. Ambedkar Central University. Untuk menempuh perjalanan ke sana, sang ayah dengan setia mengantar jemput menggunakan sepeda kayuh. Kecemerlangan pendidikan Verma sepertinya merupakan benih dari kakak lelakinya.

Sang kakak lulus SMA pada usia 9 tahun dan pada tahun 2007 lalu, ia menjadi lulusan ilmu komputer termuda di usia 14 tahun. Yang membuat ia dan sang kakak berhasil hingga kini adalah banjir dukungan dari sang orang tua yang melakukan apapun demi pendidikan sang anak.

Dari kisah Verma, rasanya kita ingin kembali lagi ke bangku sekolah, lalu belajar dengan lebih giat. Namun, tidak ada kata terlambat untuk meraih impian. Ketekunan dan keyakinan, bisa menembus keterbatasan untuk meraih impian. (eoc)

Selasa, 15 Juli 2014

Inilah Akibatnya Jika Sang Mantan Selalu Terbayang

Cantik, punya karir yang bagus, banyak teman dan disayangi semua orang. Satu kekurangan Anda, tak bisa melupakan mantan. Lantas apa jadinya hidup jika sang mantan terus menghantui? Hidup Anda saat ini tidak tenang karena si mantan terus menghantui. Saat membuka Facebook, Anda berusaha mengintip aktivitasnya. Saat membuka Twitter, Anda selalu ingin tahu dengan siapa ia bercanda di Twitter. Bahkan, tak ragu Anda bertanya pada sahabat dekatnya, apakah ada wanita lain yang dekat dengannya? Untuk apa sih Anda melakukan itu? Bukankah hubungan Anda sudah usai dan Anda sepakat menjalani hidup masing-masing?

[Image: image.php?dm=85FP]

Ada beberapa alasan ini cukup kuat untuk membuat Anda benar-benar move on dan tidak lagi terbayang-bayang sang mantan.

Sulit mendapatkan kekasih baru
Alasannya sih awalnya belum ada yang cocok. Namun lambat laun, saat Anda sudah rindu ingin mendapat kekasih baru, tetap saja sulit bagi Anda. Yang perlu diingat adalah, life must go on! Buka hati Anda untuk orang lain dan jangan biarkan sang mantan mengisi hati Anda setiap waktu. Hubungan Anda sudah berakhir, sakit hati, rasa kecewa, harapan dengannya tak perlu diingat lagi.

Mantan bikin berat badan Anda terus naik
Saat sedih, Anda melampiaskan pada cokelat, ice cream, dan semua makanan manis yang membuat berat badan Anda meluncur bak sebuah roket. Dan bisa dibayangkan, saat ini beberapa jeans dan baju Anda tak lagi muat dikenakan. Masalah berat badan, hampir sama sensitifnya dengan status, jadi, jangan biarkan sang mantan membuat berat badan semakin meroket.

Mantan membuat hidup Anda sedih dan berduka sepanjang hari
Ke mana hilangnya senyuman dan keceriaan Anda? Oh right, semua ditelan oleh sang mantan. Percayalah, apabila Anda merasa hidup Anda hampa setelah putus darinya, itu hanya karena Anda enggan melanjutkan hidup dan masih berharap. Jika memang hubungan sudah tak bisa dilanjutkan, baiknya Anda fokus pada hidup dan masa depan Anda.

Rabu, 09 Juli 2014

Anak Tukang Parkir Bisa Kuliah di Korea Selatan

[Image: dika.jpg]
DAYA Laras Dika (19) bisa kuliah di Korea Selatan setelah mendapat bea siswa.*

YOGYAKARTA, (PRLM).- Daya Laras Dika (19) merupakan remaja teladan dari keluarga tidak beruntung. Lelaki berkacamata minus sebagai sosok pejuang yang berontak pada kemiskinan yang mendera orang tuanya. Kerja kerasnya terbayar dengan diperolehnya beasiswa penuh di International Finance Woosong University Korea Selatan.

Pria kelahiran Yogyakarta, 19 Februari 1992 ini putra pasangan Agus Yus Yudiarso dan Katijah, pasangan tukang parkir di Kota Yogyakarta. Selama enam bulan, dia tercatat sebagai mahasiswa program internasional Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII). Atas dorongan fakultas, dia mengikuti tes beasiswa dan berhasil lolos.

Keteladanan Laras pada sikap tegar dan tak pantang menyerah. Sejak SD, orang tuanya tak mampu membayar sekolah. Dia malang melintang untuk mendapatkan beasiswa, dengan cara masuk dari satu kantor ke kantor lain di lingkungan Pemkot Yogyakarta untuk mendapatkan beasiswa. Cara yang sama ditempuhnya saat SMP 6 dan SMA 1 Yogyakarta. "Saya mendapatkan biaya studi dengan mengajukan beasiswa, orangtua saya ekonominya sederhana. Mereka buruh parkir," ujar dia.

Ketika SMA, dia sedikit lega setelah mendapat bantuan pendidikan pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) persiapan kuliah mendapat bantuan jaminan pendidikan daerah Rp 3 juta dan beasiswa prestasi untuk lulusan SMA sebesar Rp 900.000 dari Pemkot Yogyakarta.

Inginya kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) atau Universitas Gadjah Mada (UGM), takdir mengantarkannya ke Fakultas Ekonomi UII angkatan 2010. Karena tercatat sebagai mahasiswa ekonomi reguler, dia menegosiasi supaya masuk kelas internasional. Beasiswa dari Lembaga Zakat, Infaq dan Sadakah (Lazis) UII sebesar Rp 32 juta hanya cukup mengikuti program ekonomi reguler. Dia tidak menyerah, caranya mencari saweran di kampus mendaftar program tuition fee dengan jadi instruktur atau asisten, meskipun ini dilarang bagi mahasiswa yang sudah mendapat beasiswa.

Masalah baru muncul, ketika kedua orangtua Laras tidak mengizinkan anak tunggalnya ke luar negeri, karena dia tidak pernah pergi jauh. "Saya melakukan pendekatan ke orangtua sejak Laras mulai aplikasi beasiswa ke Woosong. Saya meyakini dia bisa diterima, maka kedua orang tua dia kita yakinkan anaknya bisa lebih terjamin masa depannya dengan kuliah di Korsel," kata Ketua Internasional Program Ekonomi UII, Anas Hidayat.
Sabtu (26/2), Laras yang tercatat sebagai warga Bangunrejo RT.01/1639 Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta terbang menuju Korsel.(A-84/A-147)***

(eoc)

Senin, 30 Juni 2014

9 Cara Memotivasi Diri Ketika Down

[Image: image.php?di=8T9B]

Terkadang kita merasa down,.. itu adalah hal yang wajar. Hidup ini seperti gelombang dan memang seperti gelombang, yang terkadang ada naik dan turunnya. Seperti yang kita ketahui, tidak ada gelombang yang tidak ada naik dan turunnya, bukan begitu.?

Terkadang, kita merasa sangat lemah bahkan kita berpikir bahwa bergerak maju dan termotivasi untuk saat itu adalah hal yang tidak mungkin. Jika Anda juga merasakan hal yang sama, maka Anda tidak sendirian... Kita semua mengalami itu..

momentumSelama beberapa tahun, berbagai peneliti sudah melakukan berbagai cara untuk memotivasi kembali dan keluar dari tempat yang kita namakan sebagai "down". Berikut ini adalah 10 tips terbaik untuk memotivasi kembali dan membuat Anda kembali bersemangat :

1. Ingat bahwa down itu hanya sementara

Ingat bahwa setiap koin itu punya 2 sisi, dan hanya karena Anda sedang mengalami sisi yang buruk, bukan berarti tidak ada sisi yang baik. Ketika momentum dan motivasi Anda sedang rendah, putuskan apa yang tidak ingin Anda lakukan dan Anda akan merubah situasinya.

Berjalan - jalan ketika Anda mengatakan Anda tidak mau. Telepon seseorang ketika Anda merasa tidak mau menelepon karena terlalu letih... Anda akan menyadari bahwa motivasi Anda sudah kembali.

2. Ambil satu langkah kecil

Perubahan apapun bisa dimulai dari satu langkah kecil. Seringkali, kita membuat diri kita sendiri berimajinasi dengan memikirkan hal yang enak, namun sebenarnya kita butuh sesuatu yang lebih besar. Ambillah satu langkah kecil dan ulangi dengan mengembangkannya sedikit demi sedikit. Manfaatnya akan berkembang dan juga motivasi Anda.

3. Fokus pada satu goal

Terkadang ketika kita merasa down, itu karena kita melakukan terlalu banyak hal dan tidak bisa fokus pada satu goal. Hasilnya kita akan merasa stress dan capek. Seperti kita membuat seekor unta terjatuh karena kita terlalu banyak membawa beban di punggungnya. Ini adalah masalah yang umum..

Berikut ini adalah solusi yang paling powerful : Pilihlah salah satu pekerjaan atau goal dan fokus. Lakukan satu hal itu dengan sebaik - baiknya. Anda akan memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk mengerjakan yang lain, karena Anda sudah membangkitkan kembali motivasi dan semangat yang tadinya down.

4. Minta bantuan

Ketika Anda merasa down, keluarlah. Kita ini seperti batere,.. terkadang kita harus mengisi ulang diri kita. Berkunjung kerumah teman atau saudara atau bisa juga berbincang - bincang dengan sahabat di online.

5. Berlatih untuk berpikir positif

Ketika Anda merasa down, sebenarnya Anda sedang "berpikir" down dan pemikiran itulah yang menjadi penyebab sesungguhnya dari perasaan Anda. Untuk memperbaiki situasi ini, cobalah untuk memulai berpikir ulang mengenai pemikiran Anda. Dengarkan apa yang Anda katakan kepada diri Anda sendiri. Apakah itu pikiran negatif yang membuat anda down dan stuck.

Untuk mengatasi pemikiran yang negatif itu, dan membangkitkan kembali semangat Anda, gantilah "Saya tidak bisa melakukannya" dengan "Perhatikan saya melakukannya." Ubah pikiran Anda dan Anda akan merubah motivasi dan perasaan Anda.

6. Ingatkan diri Anda setiap hari

Buatlah sebuah pengingat didepan Anda yang memotivasi. Anda juga bisa berlangganan email yang memberikan Anda motivasi setiap pagi. Yang saya sarankan dari super email di samping.

Kirimkan pengingat kepada diri Anda sendiri atau buat catatan kecil dan huruf besar - besar, pasangkan gambar - gambar yang menarik perhatian Anda kemudian tempelkan di tempat - tempat yang mudah terlihat, seperti kaca, meja kerja, kulkas, atau bahkan kemudi mobil Anda. Jika "Luar jangkauan berarti di luar pemikiran", maka buat goal Anda "Tetap dalam jangkauan, didalam pikiran."

7. Broadcast goal Anda

Buat banyak orang mengetahui apa goal Anda secara umum, dan buat keluarga, teman, dan rekan kerja tahu tentang goal anda secara spesifik. Dengan melakukan hal ini, Anda sudah berkomitmen pada diri Anda sendiri untuk keluar dari zona nyaman dan bergerak menuju action, dari stuck menjadi peningkatan signifikan.

Buatlah surat perjanjian komitmen, berikan copynya ke orang - orang yang mendukung Anda dan berikan update kepada mereka secara berkala tentang perkembangan Anda.

8. Tarik nafas, tidur... dan mandi di pagi hari

Ada sebuah metode yang sangat bagus dan hebatnya hal itu selalu bekerja. Metodenya seperti ini..

Ketika kita merasa down dan stress, kita bisa bernafas dengan otot perut, dan ketika kita melepaskannya, katakan.." Saya akan tidur malam ini. Ketika saya tidur, saya akan tidur dengan nyenyak. Ketika saya bangun esok hari, saya akan kembali bugar dan penuh dengan semangat." Kemudian mandilah , dan ketika mandi itu, kita ubah pikiran kita menjadi hal yang positif. Lakukan hal itu dan bagikan pengalaman anda ke orang lain.

9. Ubah kata - kata Anda dan bangunlah momentum

Kata - kata Anda secara tidak sadar sangat luar biasa. Untuk maju ke depan, ubah nada dan arah berpikir Anda. Ubah kata - kata Anda dari "masalah" menjadi "kesempatan", dari "kesulitan" menjadi "manfaat". Perubahan kecil tetapi dilakukan secara konsisten akan mengubah "pesimis" menjadi "optimis" dan "inersia" menjadi "momentum"

Pikiran Anda adalah skill yang bisa Anda kembangkan, perbaiki dan mastering. Ketika Anda membangun pikiran yang momentum, Anda akan lebih menjadi orang yang bisa menyemangatkan diri Anda sendiri.

(eoc)

Selasa, 17 Juni 2014

5 Level Motivasi Belajar

Di postingan ane kali ini bakal lebih fokusin ke pelajar nih, khusunya yang SMA, soalnya kalo SMA kan udah masa serius mengejar masa depan ^^ Postingan ini asal mulanya karena ane baca blog salah satu kakak tentor yang ngomongin masalah motivasi, terus...... tunggu deh! Ane mulai dengan 'prolog' dulu hehe

Jadi, pernah nggak kalian merasa susaaaah banget buat melakukan sesuatu? Atau, pernah nggak tiba-tiba jadi semangat pengen belajar? Nah, yang jadi pertanyaan, kenapa bisa terjadi hal demikian? Sebenarnya apa, sih, yang bikin kita termotivasi untuk melakukan sesuatu dan sebaliknya?

Oke, disini sang sumber postingan menjelaskan beberapa hal dan tugas ane menyampaikan kembali sekaligus menambahkan hal yang perlu ditambahkan.
Sebenarnya motivasi itu nggak harus datang dari luar, istilahnya karena faktor eksternal gitu. Tapi, motivasi (terutama belajar) itu bisa datang dari dalam diri kita sendiri. Coba kita ingat-ingat lagi, berapa banyak manusia yang termotivasi belajar karena ada hadiah, disuruh orangtua, dibujuk pacar, sampai karena ada PR dari guru? Ah, kalo motivasinya karena itu doang, yakin deh hasil yang didapat nggak akan sehebat hasil kalau kita belajar karena kemauan dan tekad keras dari dalam diri sendiri. Renungkan, kalau kita melakukan suatu hal karena orang lain, nggak akan sama hasilnya dengan karena diri sendiri yang punya kemauan. Kalimat ane muter-muter ya? Hehe. Contohnya, kalian tiba-tiba lagi ada keingingan membersihkan kamar yang kalian cintai sekaligus jadi goa tempat tinggal dengan sukacita. Tiba-tiba sang Mama datang dan minta tolong sama kalian buat bersihin kamarnya juga. Bayangin, apa hasilnya bakal sama? Apa kalian akan membersihkan seluruh bagian di kamar si mama tanpa terkecuali; menyapu, mengepel, ngelap kaca, nyusun make-up di meja yang berantakan, dan lain-lain? Paling yang dikerjakan cuma menyapu atau bonus mengepel sekalian. Iya, kan? Jadi kesimpulannya, kalo kita ngelakuin sesuatu bukan karena keinginan sendiri, hasilnya nggak akan sehebat yang kita harapkan.

Hal yang mesti para pelajar ketahui, belajar karena alasan tertentu ataupun karena reward  nggak akan memberi efek maksimal. Justru kalau alasan kita belajar karena reward dan hal nggak penting lainnya, kita bakal kehilangan kebahagiaan belajar itu sendiri. Iya, kebahagiaan dalam belajar. Jangan pernah berpikir kalau belajar itu siksaan--yang katanya 'lebih baik mati daripada belajar fisika sebuku'. Satu hal, kita bukan manusia zaman purba yang bisanya cuma nerima keadaan pemberian alam.
Coba mulai sekarang kita ubah sistem belajar kita dengan membuat motivasi dari dalam diri sendiri, keinginan diri sendiri, dijamin kita bakal jadi pelajar cerdas yang-inshaallah-sukses. Karena, apabila kita belajar dengan alasan mendapat motivasi dari dalam diri sendiri, dijamin kita malah ketagihan belajar! Bener, serius!

Nah, disini ada 5 level motivasi; mulai dari yang paling rendah alias butuh faktor pendorong motivasi eksternal sampai yang paling tinggi dimana ia memiliki motivasi tinggi dan nggak butuh kontrol dari luar.

Level 0. Amotivated

Untuk yang level 0 ini, nggak perlu dibahas lah ya. Ini level paling rendah, kondisi di mana kamu tidak termotivasi untuk belajar.

Level 1. External

Contoh motivasi eksternal itu adalah, "Gue mau belajar karena gue akan dikasih duit sama orang tua gue". Dorongan utama motivasi eksternal ini adalah reward dari luar, biasanya rewardnya ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan belajarnya itu sendiri. Motivasi jenis ini merupakan motivasi yang paling membutuhkan kontrol dari luar: Butuh ada orang yang "nyogok" untuk belajar supaya kamu mau belajar. Tingkat otonominya paling rendah.

Level 2. Introjected

Contoh motivasi jenis ini adalah, "Gue mau belajar demi orang tua gue". Pernah nggak sih kamu dikasih motivasi dengan diomongin gini: Bayangin orang tua kamu udah ngelahirin kamu, ngerawat dari kecil sampe sekarang, ngasih makan, bawa ke sekolah biar pinter, dll. Mereka pasti pengen kamu lulus, masuk PTN yang bagus, dll.
Pada level ini, alasan kamu belajar adalah untuk orang lain, bukan untuk dirimu sendiri. Jadi, masih membutuhkan kontrol dari luar, meskipun nggak setinggi Motivasi Eksternal (level 1). Tingkat otonominya sudah mulai ada sedikit.

Level 3. Identified

Pada level ini, kamu udah bisa melakukan identifikasi bahwa apa yang kamu pelajari itu berkorelasi langsung dengan nilaimu di sekolah. Jadi kalau kamu belajar supaya dapet nilai yang bagus atau dapet ranking, kamu udah ngerasain motivasi level ini.
Di level ini, kamu udah belajar untuk dirimu sendiri. Kontrol dari luar sudah berkurang dibanding level 2, tapi masih ada: nilai atau ranking.

Level 4. Integrated

Di level ini, kamu bisa melihat lebih jauh lagi tujuanmu belajar: Kamu belajar karena pengen jadi ilmuan/dokter/pelukis/koki/dll, karena pelajaran ini nanti berguna buat karir, pengen pinter, pengen berguna buat masyarakat, dll.
Motivasi level 1 sampai level 4 ini adalah motivasi ekstrinsik, di mana kamu termotivasi untuk belajar karena sesuatu di luar belajar itu sendiri. Di antara motivasi ekstrinsik lainnya, Integrated (level 4) ini adalah bentuk motivasi yang paling sedikit membutuhkan kontrol dari luar. Kamu udah punya kesadaran sendiri tentang kenapa pengen belajar, sehingga tingkat otonominya juga lebih tinggi dibanding level 1-3.

Level 5. Intrinsic

Nah, jenis motivasi intrinsik ini lah yang tingkat otonominya paling tinggi, dia nggak membutuhkan kontrol dari luar. Karena di level ini, kamu ngerasain bahwa belajar itu fun, bikin kamu seneng banget ketika bener-bener ngerti sama apa yang dipelajari.
Bayangin the best game yang pernah kamu mainin. FIFA? PES? Angry Birds? DOTA? GTA? Catur? Silent Hill? Kenapa  termotivasi banget main itu semua? Padahal nggak diiming-iming sama nilai, nggak dikasih duit juga untuk main game-game itu, main game juga bukan demi orang tua lo, dll. Pokoknya kamu pengen aja main game itu karena: fun. Nah, sebenernya dari mana sumber “fun”-nya ini? Pertama,kamu melakukannya karena nggak ada paksaan dari luar. Selain itu, ini yang sangat penting, kamu ngerasa ketika main game tersebut, kamu bisa ngelewatin berbagai challenge yang ada di situ. Dalam belajar, ini juga bisa terjadi. Kalau dorongan belajar itu muncul dari dalam, justru mungkin banget kamu ngerasa kalau belajar itu “fun”. Reward dalam belajar itu yang paling kuat itu bukan ketika kita dapet nilai 100 di sekolah. Reward dalam belajar itu adalah ketika kamu bisa bilang Anjir gue ngerti banget konsepnya!!!.
Lima level motivasi ini bisa kita rangkum jadi gambar di bawah ini:
otonomi

(source: google,zenius blog,pemikiran sendiri ^^)

Kamis, 26 Desember 2013

8 Cara Inovatif yang Paling Tidak Inovatif

Banyak orang menganggap bahwa menjadi inovatif tidak pernah mudah. Proses inovasi harus ditempa dengan bertahun-tahun menekuni bangku kuliah atau pergi ke sebuah desa terpencil dimana ide bisa datang tanpa malu-malu. Ada pula sebagian anggapan bahwa inovasi adalah bakat, bawaan dari lahir, hingga menganggapnya sebuah takdir. Setuju atau tidak dengan ide tersebut, anda harus membaca 8 cara menjadi inovatif seperti yang dilansir Inc berikut.

1. Bayangkan skenario terburuk yang mungkin terjadi
Quote:
Membayangkan hal yang baik-baik tentu cukup mudah. Cobalah bayangkan apa yang akan anda lakukan dengan uang miliaran hasil warisan, mungkin terbayang liburan di Hawaii atau berplesir ke mancanegara. Namun sekarang bayangkan bila anda jatuh bangkrut dan tidak memiliki harta. Mungkin anda tidak mau atau takut untuk melakukannya. Percayalah bahwa dengan berpikir mengenai hal terburuk yang mungkin terjadi akan menjadikan anda lebih inovatif. Jangan tanggung-tanggung, bayangkan yang paling buruk.

2. Memainkan game “why”
Quote:
Selalu bertanya “kenapa” akan memberikan banyak jawaban yang mungkin belum anda pikirkan sebelumnya. Bayangkan rangkaian kejadian yang akan terjadi bila anda mengambil sebuah keputusan.

3. Berpura-puralah tidak punya uang
Quote:
Saat anda berada dalam zona aman, utamanya secara finansial, biasanya anda akan mudah menepis atau mengacuhkan hal-hal kecil yang bisa jadi sangat bernilai. Berpura-puralah tidak punya uang, maka mau tidak mau anda harus bergerak untuk mempertahankan hidup. Situasi ini akan menstimulasi kerja otak untuk lebih inovatif. Anda akan memperhatikan hal yang benar-benar penting untuk hidup anda dan mampu merubah keadaan.

4. Berpura-puralah tidak ada aturan
Quote:
Setiap organisasi dan perusahaan memiliki peraturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Namun cobalah untuk tidak membatasi diri pada sebuah aturan, anda akan lebih leluasa untuk mengembangkan imajinasi dan menjadi inovatif. Kadang sebuah peraturan bukanlah benar-benar sebuah aturan, namun sebuah rutinitas dimana anda menyelesaikan pekerjaan anda sehari-hari.

5. Berpura-puralah hanya punya 5 menit
Quote:
Tidak banyak orang yang tahu bahwa kecepatan adalah salah satu inti dari inovasi. BIla anda menemui sebuah masalah, maka katakan pada diri anda bahwa anda hanya punya lima menit untuk menyelesaikannya. Segera lakukan hal yang perlu dilakukan dan ambillah sebuah keputusan.

6. Bayangkan kesempurnaan
Dalam merencanakan bisnis, biasanya kita akan menetapkan target dalam persentase. Peningkatan sales tahun depan harus mencapai 30 persen, misalnya. Sekarang bayangkan bahwa target anda adalah sebuh kesempurnaan. Bayangkan bahwa saat membangun sebuah bisnis, anda tidak menginginkan peningkatan, tapi kesempurnaan. Anda harus break down langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam tahap-tahap yang lebih detail. Hal ini akan membantu otak anda untuk bekerja lebih inovatif. Selalu bayangkan kesempurnaan, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai itu
.
7. Kacaukan sesuatu dengan Sengaja
Quote:
Dalam proses untuk menjadi lebih inovatif, kadang dibutuhkan sebuah eksperimen dimana kreativitas menjadi lebih terasah. Pilihlah sebuah proses atau tugas yang sudah berjalan lancar, lalu hentikan seketika atau kacaukan dengan sengaja dan lihatlah apa yang terjadi. Namun sebelum melakukan ini, pastikan proses atau tugas tersebut tidak berhubungan langsung dengan konsumen atau menyebabkan kerugian yang terlalu.

8. Berkunjunglah dan pinjam
Inovasi juga harus didorong dari luar. Oleh karenanya, lakukan kunjungan kerja dan lihat bagaimana orang lain melakukan sesuatu dengan baik. Pinjamlah hal itu dan coba terapkan dalam bisnis anda. Saat menggabungkan temuan itu dalam bisnis anda, mungkin hal itu bisa jadi inovasi yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

sumber 2nd


Sabtu, 31 Agustus 2013

'You've got to find what you love,' SteveJobs says


This is a prepared text of the Commencement address delivered by Steve Jobs, CEO of Apple Computer and of Pixar Animation Studios, on June 12, 2005.

Video of the Commencement address.
I am honored to be with you today at your commencement from one of the finest universities in the world. I never graduated from college. Truth be told, this is the closest I've ever gotten to a college graduation. Today I want to tell you three stories from my life. That's it. No big deal. Just three stories.
The first story is about connecting the dots.
I dropped out of Reed College after the first 6 months, but then stayed around as a drop-in for another 18 months or so before I really quit. So why did I drop out?
It started before I was born. My biological mother was a young, unwed college graduate student, and she decided to put me up for adoption. She felt very strongly that I should be adopted by college graduates, so everything was all set for me to be adopted at birth by a lawyer and his wife. Except that when I popped out they decided at the last minute that they really wanted a girl. So my parents, who were on a waiting list, got a call in the middle of the night asking: "We have an unexpected baby boy; do you want him?" They said: "Of course." My biological mother later found out that my mother had never graduated from college and that my father had never graduated from high school. She refused to sign the final adoption papers. She only relented a few months later when my parents promised that I would someday go to college.
And 17 years later I did go to college. But I naively chose a college that was almost as expensive as Stanford, and all of my working-class parents' savings were being spent on my college tuition. After six months, I couldn't see the value in it. I had no idea what I wanted to do with my life and no idea how college was going to help me figure it out. And here I was spending all of the money my parents had saved their entire life. So I decided to drop out and trust that it would all work out OK. It was pretty scary at the time, but looking back it was one of the best decisions I ever made. The minute I dropped out I could stop taking the required classes that didn't interest me, and begin dropping in on the ones that looked interesting.
It wasn't all romantic. I didn't have a dorm room, so I slept on the floor in friends' rooms, I returned coke bottles for the 5¢ deposits to buy food with, and I would walk the 7 miles across town every Sunday night to get one good meal a week at the Hare Krishna temple. I loved it. And much of what I stumbled into by following my curiosity and intuition turned out to be priceless later on. Let me give you one example:
Reed College at that time offered perhaps the best calligraphy instruction in the country. Throughout the campus every poster, every label on every drawer, was beautifully hand calligraphed. Because I had dropped out and didn't have to take the normal classes, I decided to take a calligraphy class to learn how to do this. I learned about serif and san serif typefaces, about varying the amount of space between different letter combinations, about what makes great typography great. It was beautiful, historical, artistically subtle in a way that science can't capture, and I found it fascinating.
None of this had even a hope of any practical application in my life. But ten years later, when we were designing the first Macintosh computer, it all came back to me. And we designed it all into the Mac. It was the first computer with beautiful typography. If I had never dropped in on that single course in college, the Mac would have never had multiple typefaces or proportionally spaced fonts. And since Windows just copied the Mac, it's likely that no personal computer would have them. If I had never dropped out, I would have never dropped in on this calligraphy class, and personal computers might not have the wonderful typography that they do. Of course it was impossible to connect the dots looking forward when I was in college. But it was very, very clear looking backwards ten years later.
Again, you can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something — your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life.
My second story is about love and loss.
I was lucky — I found what I loved to do early in life. Woz and I started Apple in my parents garage when I was 20. We worked hard, and in 10 years Apple had grown from just the two of us in a garage into a $2 billion company with over 4000 employees. We had just released our finest creation — the Macintosh — a year earlier, and I had just turned 30. And then I got fired. How can you get fired from a company you started? Well, as Apple grew we hired someone who I thought was very talented to run the company with me, and for the first year or so things went well. But then our visions of the future began to diverge and eventually we had a falling out. When we did, our Board of Directors sided with him. So at 30 I was out. And very publicly out. What had been the focus of my entire adult life was gone, and it was devastating.
I really didn't know what to do for a few months. I felt that I had let the previous generation of entrepreneurs down - that I had dropped the baton as it was being passed to me. I met with David Packard and Bob Noyce and tried to apologize for screwing up so badly. I was a very public failure, and I even thought about running away from the valley. But something slowly began to dawn on me — I still loved what I did. The turn of events at Apple had not changed that one bit. I had been rejected, but I was still in love. And so I decided to start over.
I didn't see it then, but it turned out that getting fired from Apple was the best thing that could have ever happened to me. The heaviness of being successful was replaced by the lightness of being a beginner again, less sure about everything. It freed me to enter one of the most creative periods of my life.
During the next five years, I started a company named NeXT, another company named Pixar, and fell in love with an amazing woman who would become my wife. Pixar went on to create the worlds first computer animated feature film, Toy Story, and is now the most successful animation studio in the world. In a remarkable turn of events, Apple bought NeXT, I returned to Apple, and the technology we developed at NeXT is at the heart of Apple's current renaissance. And Laurene and I have a wonderful family together.
I'm pretty sure none of this would have happened if I hadn't been fired from Apple. It was awful tasting medicine, but I guess the patient needed it. Sometimes life hits you in the head with a brick. Don't lose faith. I'm convinced that the only thing that kept me going was that I loved what I did. You've got to find what you love. And that is as true for your work as it is for your lovers. Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven't found it yet, keep looking. Don't settle. As with all matters of the heart, you'll know when you find it. And, like any great relationship, it just gets better and better as the years roll on. So keep looking until you find it. Don't settle.
My third story is about death.
When I was 17, I read a quote that went something like: "If you live each day as if it was your last, someday you'll most certainly be right." It made an impression on me, and since then, for the past 33 years, I have looked in the mirror every morning and asked myself: "If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?" And whenever the answer has been "No" for too many days in a row, I know I need to change something.
Remembering that I'll be dead soon is the most important tool I've ever encountered to help me make the big choices in life. Because almost everything — all external expectations, all pride, all fear of embarrassment or failure - these things just fall away in the face of death, leaving only what is truly important. Remembering that you are going to die is the best way I know to avoid the trap of thinking you have something to lose. You are already naked. There is no reason not to follow your heart.
About a year ago I was diagnosed with cancer. I had a scan at 7:30 in the morning, and it clearly showed a tumor on my pancreas. I didn't even know what a pancreas was. The doctors told me this was almost certainly a type of cancer that is incurable, and that I should expect to live no longer than three to six months. My doctor advised me to go home and get my affairs in order, which is doctor's code for prepare to die. It means to try to tell your kids everything you thought you'd have the next 10 years to tell them in just a few months. It means to make sure everything is buttoned up so that it will be as easy as possible for your family. It means to say your goodbyes.
I lived with that diagnosis all day. Later that evening I had a biopsy, where they stuck an endoscope down my throat, through my stomach and into my intestines, put a needle into my pancreas and got a few cells from the tumor. I was sedated, but my wife, who was there, told me that when they viewed the cells under a microscope the doctors started crying because it turned out to be a very rare form of pancreatic cancer that is curable with surgery. I had the surgery and I'm fine now.
This was the closest I've been to facing death, and I hope it's the closest I get for a few more decades. Having lived through it, I can now say this to you with a bit more certainty than when death was a useful but purely intellectual concept:
No one wants to die. Even people who want to go to heaven don't want to die to get there. And yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life's change agent. It clears out the old to make way for the new. Right now the new is you, but someday not too long from now, you will gradually become the old and be cleared away. Sorry to be so dramatic, but it is quite true.
Your time is limited, so don't waste it living someone else's life. Don't be trapped by dogma — which is living with the results of other people's thinking. Don't let the noise of others' opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.
When I was young, there was an amazing publication called The Whole Earth Catalog, which was one of the bibles of my generation. It was created by a fellow named Stewart Brand not far from here in Menlo Park, and he brought it to life with his poetic touch. This was in the late 1960's, before personal computers and desktop publishing, so it was all made with typewriters, scissors, and polaroid cameras. It was sort of like Google in paperback form, 35 years before Google came along: it was idealistic, and overflowing with neat tools and great notions.
Stewart and his team put out several issues of The Whole Earth Catalog, and then when it had run its course, they put out a final issue. It was the mid-1970s, and I was your age. On the back cover of their final issue was a photograph of an early morning country road, the kind you might find yourself hitchhiking on if you were so adventurous. Beneath it were the words: "Stay Hungry. Stay Foolish." It was their farewell message as they signed off. Stay Hungry. Stay Foolish. And I have always wished that for myself. And now, as you graduate to begin anew, I wish that for you.
Stay Hungry. Stay Foolish.
Thank you all very much.

Rabu, 03 Oktober 2012

Motivasi Dari Sifat Buah Durian!

Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial.


Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya. Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio. Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.

Terdapat banyak nama lokal. Nama terbanyak ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang berbeda. Durian di Jawa dikenal sebagai duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan kadu (bahasa Sunda). Di Sumatera dikenal sebagai durian dan duren (bahasa Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja duliang. Di Pulau Seram bagian timur disebut rulen.

Pusat keanekaragaman durian adalah Pulau Kalimantan. Daerah-daerah sekitarnya juga memilki beberapa plasma nutfah durian, seperti Mindanao, Sumatera, dan Semenanjung Malaya meskipun tidak semelimpah Kalimlantan. Meskipun demikian, pengekspor utama durian adalah Thailand, yang mampu mengembangkan kultivar dengan mutu tinggi dan sistem budidaya yang baik. Tempat lain yang membudidayakan durian dengan orientasi ekspor adalah Mindanao di Filipina, Queensland di Australia, Kamboja, Laos, Vietnam, India, dan Sri Lanka.

Setiap 100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor. Karena baunya yang keras, sejumlah perusahaan melarang orang membawa durian, misalnya di kabin pesawat udara, di kendaraan angkutan umum ataupun dibawa ke hotel. Bagi penggemar durian, agar tidak menimbulkan hal-hal tak menyenangkan dengan orang yang tak menyukai bau durian, dipercaya ada cara mudah untuk menghilangkan bau durian di jari-jari tangan dan mulut. Jari tangan dibersihkan dengan mengaduk-aduk air di dalam pangsa durian (yakni ceruk kulit buah bagian dalam, bekas tempat daging dan biji durian menempel) dan air adukan tersebut tidak dibuang, tetapi digunakan untuk berkumur. Menurut banyak cerita yang berkembang di masyarakat (urban legend), Durian dianggap sebagai makanan yang panas, dan sehabis makan durian biasanya tubuh akan berkeringat. Cara yang umum digunakan untuk mengatasinya adalah dengan menuangkan air tawar pada bagian kulit buah yang telah kosong, lalu diminum. Selain itu, musim durian biasanya terjadi bersamaan dengan musim manggis, yaitu buah yang dianggap mendinginkan badan. Dengan demikian, kedua buah kemudian dimakan bersama-sama. Secara ilmiah, klaim-klaim di atas tidak pernah dibuktikan. Kemungkinannya ialah karena kandungan nutrisi durian yang padat, orang yang makan durian sering makan kebanyakan sehingga akhirnya mengalami kenaikan tekanan darah. Hal tersebut merupakan reaksi yang alamiah jika terlalu banyak memakan makanan apapun. Berikut 7 Sifat Buah Durian Yang Harus Ditiru, yaitu :

1. Beraroma Tajam
Buah-buah lain tidak ada yang beraroma setajam buah durian. Sehingga dijuluki "King of Fruits". So, berani tunjukkan siapa dirimu, just be yourself, jangan minder, show off guys.

2. Pohon Durian Itu Tinggi
Jangan takut untuk bermimpi setinggi pohon durian, penemuan terbesar manusia awalnya juga berawal dari sekedar mimpi, tetapi jangan diam saja, berusaha mencapainya itu yang penting.

3. Kulit Durian Keras Dan Berduri
Maksudnya jadi orang itu harus teguh pendiriannya, tidak plin-plan, tidak gampang dipengaruhi orang lain, percaya akan keputusan yang telah anda ambil, niscaya tidak akan ada yang akan meragukan kapasitas anda sebagai pemimpin.

4. Isinya Lembut
meskipun dari luar kelihatannya jelek, tetapi dalamnya lembut, enak, intinya penampilan luar bisa menipu, belum tentu mencerminkan sifat dari seseorang. Ibarat pepatah lama yang mengatakan, "Don't judge book by its cover."

5. Durian Itu Harganya Mahal
Kita harus bisa menjunjung harga diri kita, jangan sampai mau diinjak-injak orang lain, setiap manusia adalah berharga, kedudukannya sama dimata Tuhan, jangan pula merendahkan orang lain.

6. Durian Itu Musiman
dalam artian lain tidak setiap hari ada (unik), kita jadi manusia itu diciptakan unik, berbeda antara satu dengan lainnya, tidak bisa disama-ratakan antara 1 individu dengan lainnya. Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

7. Durian Tidak Akan Jatuh Dari Pohonnya Sebelum Matang
dalam artian setiap hal memerlukan waktu, jika kita belum sukses, atau usaha kita belum membuahkan hasil, jangan berputus asa, mungkin masih ada kesalahan dalam prosesnya, yang pasti semua akan indah pada waktunya, bersabar saja, tetapi tetap berusaha, pasti jalan anda akan dibukakan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Senin, 18 Juni 2012

11 Tips Menyelesaikan Masalah

11 Tips menyelesaikan Masalah:
1. Pecahkan saja masalah yang kita miliki, dengan cara membanting masalah tersebut hingga terdengar suara #selesai #finish #loegueend #clear. (kalau belum bunyi baca selanjutnya)
 

2. Gunakan stategi yang tepat guna dan tepat sasaran agar masalah terselesaikan secara efisien.

3. Sebelum menjalankan strategi, jalankan planing2 atau rencana2 secara step by step untuk menyelesaikan masalah tersebut secara efektif.

4. Sebelum menyusun dan menjalankan rencana, ada beberapa sikap yang harus kita miliki. Diantaranya; Pengendalian Emotion, Selalu Psotif Thinking, dan Berkomittmen.

5. Jangan terlalu lama menunda2 suatu masalah. "The Power of KEPEPET" itu hanya klise dari sebuah kalimat motivasi dan jangan pernah bergantung dengan itu, karna itu mungkin saja akan melahirkan masalah baru.

6. Selesaikan masalah dengan seluruh kemampuan kita, dengan skill serta Passion(Gairah/Semangat) yang kita miliki.

7. Mulailah menyelesaikan masalah dari sekarang. BURUAN!!!(Tidak Banyak Waktu Lagi).

8. Saat ini, jangan pernah berfikir untuk lari dari masalah. Karna masalah akan mengejar siapa yang berlari. Jadi, tangkap dan selesaikan masalah tersebut.

9. Kurangi curhat atau bantuan yang tak penting. Karna itu akan menghasilkan dramatisir dan cerita baru dalam masalah dan memperlambat penyelesaian.

10. Sebelum menjalankan tips di atas, analisa terlebih dahulu masalah yang kira miliki.

11. Jangan pernah mencoba baik sengaja atau tidak untuk memperbesar masalah. Jadi perkecillah masalah besar dan hilangkanlah masalah kecil.

Itulah cara dan tips guna menyelesaikan masalah kita kawan.
Bila tips dan cara diatas tidak cocok dengan gaya loe, 1 kata mutiara buat loe "SELAMAT MENIKMATI MASALAH" :D

Semangat Kawan!!!!



by: RHR